NAWASENA
"Karena tak semua yang datang terlambat, takdirnya ikut tertinggal."
Shafa hanya ingin menjalani hidupnya dengan tenang, menyimpan rasa dalam diam, berdiri di balik bayang seorang pria yang tak mungkin ia miliki. Namun hidup punya cara send...
Shafa kembali berkutat di dapur kosnya. Setelah beberapa hari libur panjang karena Natal, kali ini ia memasak nasi kuning, pesanan khusus dari Rayyan. Ya, semalam Rayyan mengirim chat ke Shafa, meminta sarapan nasi kuning lengkap dengan lauk-pauknya.
Seperti biasa, sebelumnya Shafa sudah berbelanja bahan-bahan yang stoknya habis. Lapak Mbah Nah masih menjadi tempat belanja sayur favoritnya. Sejauh ini, hampir semua bahan yang Shafa butuhkan, Mbah Nah selalu punya.
"Lo rajin masak cuma pas masuk kerja doang ya, Sha," ujar Winda yang baru saja datang, menuang susu UHT ke mangkuk, lalu disusul sereal cokelat kesukaannya.
"Iya nih, demi meraih cinta Presdir. Hahaha," Shafa tertawa kecil, tanpa mengalihkan pandangan dari bumbu-bumbu.
"Itu bos lo tahu? Kalau yang masak sarapan buat dia itu elo?" Winda bertanya, heran. Shafa menggeleng, masih sibuk berkutat dengan bumbuan untuk nasi kuningnya.
"Terus di mana letak meraih cintanya? Berarti selama ini dia tahunya itu semua beli jadi?" Entah kenapa Winda jadi sedikit menggebu-gebu.
"Iya," jawab Shafa singkat.
"Ya Tuhaann, mau berkata kasaaarrrrr," Winda merasa gemas dengan yang dilakukan Shafa saat ini.
"Mau meraih cinta Presdir kata lo? Tapi lo enggak nunjukin effort sedikit pun? Gimana coba caranya si Presdir tahu? Presdir bukan dukun, Shaa, yang bisa nebak, 'Oh ini masakan Shafa?' Sampai bulan terbelah pun, kalau enggak ada yang ngasih tahu, si Presdir juga tetap mikir kalau sarapannya selama ini pasti beli di penjual makanan," omelan Winda terdengar seperti angin lalu bagi Shafa, masuk telinga kanan, numpang lewat, lalu keluar telinga kiri.
"Kali ini dengerin saran gue, Shaaa. Lo harus bilang ke Presdir kalau sarapan yang dia makan selama ini, itu masakan lo," ucap Winda memberi masukan.
"Yaaa.. nungu timing yang pas," jawab Shafa sembari memotong tempe.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.