Part 5 "Nasi Pecel Approved"

1.5K 111 14
                                        

-Author pov-

Pukul empat pagi. Aroma dingin dini hari masih menusuk, dan di dalam kamar kos yang temaram, Shafa menggeliat pelan. Tangannya terentang ke atas, melakukan peregangan yang pas, sementara tubuhnya bergeser, mencari posisi tidur yang lebih nyaman. Namun, dering alarm ponselnya yang nyaring dan terus-menerus tak bisa diabaikan, seolah memaksa matanya untuk terbuka.

"Cepat banget udah mau Subuh," gumam Shafa, suaranya serak khas orang baru bangun tidur, matanya masih terpejam erat, enggan membuka. Ia masih bergeming di posisinya, meringkuk di bawah selimut tipis.

Lima belas menit berlalu, diwarnai pertarungan batin antara keinginan untuk terus bersembunyi di balik selimut dan kesadaran akan kewajiban pagi. Akhirnya, dengan desahan berat, Shafa memutuskan untuk menyerah pada alarm. Kakinya menyentuh lantai keramik yang dingin, mengirimkan sensasi menggigil. Ia melangkah gontai menuju kamar mandi.

Pilihan kos dengan kamar mandi dalam, memang selalu jadi nilai plus baginya; terasa lebih privat dan terjamin kebersihannya, tidak perlu berbagi dengan penghuni lain.

Setelah menyelesaikan ibadah wajibnya yang menenangkan, secercah ide tiba-tiba melintas di benaknya, secerah fajar yang mulai menyingsing di luar jendela.

'Membuat sarapan untuk Rayyan.'

Namun, ide itu segera diikuti keraguan. Rayyan suka sarapan apa, ya? Bagaimana caranya ia bisa basa-basi menanyakan hal itu tanpa terlihat aneh atau terlalu mencolok? Pikiran-pikiran ini mulai berputar, mengusik ketenangan pagi Shafa.

 Rayyan suka sarapan apa, ya? Bagaimana caranya ia bisa basa-basi menanyakan hal itu tanpa terlihat aneh atau terlalu mencolok? Pikiran-pikiran ini mulai berputar, mengusik ketenangan pagi Shafa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
NAWASENACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang