Part 11 "Malam Tahun Baru"

1.6K 138 12
                                        

-Author pov-

Suara siul yang cukup nyaring keluar dari teko air panas di dapur kos Shafa. Gadis itu berlari dari kamar masih memakai mukenanya dan buru-buru mematikan kompor. Pelan-pelan ia membuka tutup lubang corong teko, membiarkan uap panasnya keluar.

Shafa menuangkan 2 sendok kopi hitam dan 2 sendok gula putih ke dalam travel mug berbahan stainless. Lalu mengaduk 2 bahan tersebut sebelum akhirnya ia tuang air panas dan mengaduknya hingga tercampur.

Kali ini, Shafa tidak menyiapkan sarapan untuk Rayyan. Karena disusunan acara gathering hari ini ada sarapan pagi bersama. Gadis itu hanya menyiapkan bekal buah yang sudah ia potong. Ada buah kiwi, semangka, buah naga, dan ada juga beberapa butir buah jeruk.

Barang-barang yang akan Shafa bawa sudah ia packing semalam. Kini, gadis itu duduk di depan meja riasnya mengoles tinted sunscreen di wajahnya. Terakhir, ia menambahkan olesan liptint berwarna rosy pink. Kali ini Shafa memilih makeup tipis dan terlihat fresh.

Shafa melangkah ke kasur, meraih handphone-nya yang baru saja berdering. Ternyata panggilan masuk dari Rayyan.

"Halo, Pak?"

"Sha, saya udah di depan ya."

"Oh, baik pak. Tunggu bentar ya pak. Tinggal pakai hijab aja ini."

"Iyaa, santai aja. Enggak usah buru-buru."

Setelah sambungan telepon mereka terputus, Shafa langsung membereskan peralatan makeup-nya dan memasukkannya ke dalam pouch.

Setelah sambungan telepon mereka terputus, Shafa langsung membereskan peralatan makeup-nya dan memasukkannya ke dalam pouch

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah membalas chat dari Rayyan, Shafa bergegas menyelesaikan aktivitasnya, mengabsen barang bawaannya, lalu keluar dari kamar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah membalas chat dari Rayyan, Shafa bergegas menyelesaikan aktivitasnya, mengabsen barang bawaannya, lalu keluar dari kamar.

Rayyan yang melihat Shafa baru saja keluar dari gerbang, langsung membantu membawa totebag dan koper mini milik Shafa.

"Ini aja?" Tanya Rayyan setelah mengambil alih bawaan Shafa.

Shafa mengangguk, lalu membuntuti Rayyan yang hendak menaruh barang bawaannya di bagasi.

"Kopi saya, Sha?" Tanya Rayyan saat sudah berada di balik kemudi.

NAWASENACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang