Part 7 "Simulasi"

1.7K 138 12
                                        

-Author pov-

Mendekati akhir bulan dan sekaligus akhir tahun, Shafa semakin disibukkan dengan segudang kegiatan. Dalam sehari, ia bahkan pernah menemani Rayyan meeting di tiga tempat berbeda. Apalagi meeting internal perusahaan, frekuensinya semakin meningkat menjelang akhir tahun. Pasti ada evaluasi kerja selama satu tahun penuh dan pengambilan keputusan penting untuk strategi tahun depan.

Saat ini, meeting internal perusahaan sedang berlangsung, dan Rayyan menyampaikan beberapa hal terkait target di tahun depan. Peserta meeting kali ini hanya dihadiri oleh para leader dari tiap divisi.

"Nah, tiga hari yang lalu, kita sudah membahas mengenai forecasting. Pada meeting kali ini, sesuai dengan informasi di grup WA, pembahasannya adalah action plan. Sudah saya cek semuanya, dan ternyata masih ada yang perlu direvisi," ujar Rayyan, tatapannya menyapu ruangan.

"Minta tolong action plan punya marketing, metodenya pakai SMART ya, Nada," sambung Rayyan, mulai masuk ke pembahasan divisi marketing.

"SMART?" gumam Nada, alisnya berkerut, masih bingung dengan permintaan Rayyan.

"Kalau masih bingung, minta ajari Vano saja, Nad. Oke, kalau gitu untuk marketing kita skip dulu ya. Lanjut bagian keuangan." Rayyan meminta Shafa untuk menutup file marketing dan menggantinya dengan action plan milik Vano.

"Nah, kayak gini, Nad. Minta tolong nanti langsung direvisi ya," Rayyan menunjukkan file Vano sebagai contoh. Nada menganggukkan kepalanya, sedikit kesal karena ia sudah siap presentasi hari ini, tapi ternyata yang ia kerjakan salah.

Vano menepuk pelan bahu Nada, bermaksud menyalurkan dukungan untuknya. Nada menoleh, menatap manik mata Vano, seolah memberikan jawaban bahwa ia baik-baik saja.

Setelah Vano selesai presentasi, Rayyan menyampaikan poin-poin penting hasil meeting hari ini dan memberikan tugas tambahan untuk para leader.

"Terima kasih semua, atas kerja samanya, dedikasinya, serta masukan-masukannya. Kembali saya ingatkan ya, untuk Syilla jangan lupa tolong direvisi bagian timeline-nya. Nada, minta tolong action plan marketing diubah pakai metode SMART, ya. Noora, kalau kamu ada kesulitan untuk membuat laporan pajak tahunan, bisa bilang ke HRD supaya dicarikan staff part-time buat bantu kamu."

"Baik, Pak," jawab Syilla, Noora, dan Nada hampir bersamaan.

"Ya sudah, meeting kali ini saya akhiri. Silakan kembali ke tempat kerja masing-masing. Terima kasih semua." Rayyan menutup meeting tersebut. Satu per satu, peserta mulai meninggalkan ruang meeting.

"Sayang, kamu nanti jadi belanja?" tanya Vano, yang sedang berjalan beriringan dengan Nada menuju ruangannya.

"Jadi, Yang. Stok kebutuhanku rata-rata udah pada habis. Kamu jadi nganterin kan?" Nada balik bertanya.

"Iya, sayaang. Kamu udah bikin list kan?" Vano tersenyum lembut.

"Udaah, aman, Yang. Niihh," Nada menunjukkan notes belanjaan di ponselnya.

"Kamu mau ke mana, Yang?" tanya Vano, ketika Nada berjalan melewati ruangannya.

"Balik ke ruanganku lah," jawab Nada.

"Lah, enggak jadi revisi action plan?" Vano mengernyitkan dahi.

"Besok aja, ya, Yang, udah sore. Kepala aku lagi enggak bisa fokus," Nada langsung membalikkan badan dan melangkah pergi, bahkan sebelum Vano sempat menjawab.

 Kepala aku lagi enggak bisa fokus," Nada langsung membalikkan badan dan melangkah pergi, bahkan sebelum Vano sempat menjawab

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
NAWASENACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang