Aku kembali ke rumah ketika sore hari. Aku meminta izin sela untuk pulang dan tidak menginap. Aku memberinya penjelasan jika ibuku sendirian, tiva akan kembali dari study tour esok hari. Untungnya sela memberiku izin pulang tanpa banyak pertanyaan, ia bahkan meminta orang-orangnya untuk mengantarku pulang.
Ibu yang sedang memasak pun segera keluar menyambutku pulang. Ia celingak celinguk sambil membawa sendok di tangannya, ibu memperhatikan mobil yang mengantarku.
"Itu hanya supir bos bu" ujarku, aku tahu ibu ingin bertemu dengan bosku. Ibu tampak kecewa, ia pun kembali ke dapur. Aku meletakkan barangku dan membantu ibu menyiapkan makan malam.
"Una, bos kamu itu galak gak?"
"Gak bu, cuma jutek sedikit" jawabku
"Pasti cantik banget ya"
"Hmm, cantikan anak ibu ini deh" ucapku, ibu manyun, aku sedikit kecewa ibu tak mengakui kecantikanku.
"Anak ibu cantik, tapi bos kamu pasti jauh lebih cantik. Lihat mobilnya saja bagus begitu, orang kaya itu beda Una" perjelas ibu.
"Iya bu, air minum kita saja berbeda dengan mereka" sahutku sembari duduk meminum air di gelasku. Ibu tertawa, kami berdua duduk di depan meja makan, makan dengan lahap masakan ibu.
"Ibu berharap bisa ketemu bos kamu"
"Untuk apa bu?"
"Mau berterima kasih" jawab ibu tersenyum lebar. Aku menceritakan pada ibu saat itu, bagaimana aku bertemu dan akhirnya bisa bekerja dengan sela. Tapi aku tak menceritakan adanya perjanjian tertulis diantara kami. Bagi ibu, sela adalah dewi penyelamat kami.
Usai makan dan ngobrol sebentar dengan ibu. Aku mandi dan berbaring dikamarku. Baru saja aku berbaring sela mngirimku pesan
"Apa kamu sudah dirumah?"
Ya
"Apa ibumu marah karena kamu gak pulang?"
Tidak, malah ibu ingin bertemu denganmu
"Benarkah?, kenapa?, apa ibumu akan protes padaku?"
Tidak, ibuku tidak seperti itu. Ibu orang yang hangat.
"Aku juga ingin menemui ibumu"
Kenapa kamu belum tidur?, kamu harus istirahat, agar besok kerja mood kamu bagus
"Aku belum ngantuk"
Bukannya kamu bilang ngantuk saat aku izin pulang tadi?
"Itu hanya alasan"
Alasan apa?
"Supaya kamu cepat pergi"
Kamu mau aku cepat pergi?
"Bukan itu maksudku"
Lalu?
"Hmm, Supaya aku tak seperti ingin kamu tinggal denganku"
Lalu kamu berakasan kamu ngantuk dan tak ingin diganggu olehku?
"Ntahlah, aku akan tidur sekarang, kali ini aku benar sudah mengantuk"
Ok
"Selamat malam"
Selamat malam juga
Obrolan singkat berakhir. Aku masih belum mengerti sikap sela yang suka tiba-tiba berubah. Makna-makna tersirat dari segala ucapan dan tindakannya.
Aku buru-buru lari dari lobik mengejar antrian lift. Syukurlah lift belum tertutup dan aku berhasil masuk. Lift penuh dengan pegawai kantor. Satu persatu turun sesuai divisi masing-masing.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yes, She is my Girlfriend
RomanceLaluna adalah wanita sederhana yang hidup serba susah, bertemu dengan seorang wanita kaya raya. Mereka terlibat dengan perjanjian yang tidak masuk akal, namun mereka perlahan menikmati perjanjian itu.
