"Bos, mobil sudah siap" Ayla memberitahu sela yang masih sibuk dengan kerjaannya. Ayla sudah memberi tahuku kalau hari ini bos ada janji dengan mrs. Clara. Tapi kali ini bertemu di tempat berbeda, waktu itu mereka meeting di sebuah mall, hari ini di lapangan golf.
Aku sudah menyiapkan pakaian sela untuk bermain golf, tedy juga sudah membawa perlengkapan golf sela. Tempat yang di tuju tidak begitu jauh dari kantor. Saat masuk kami disambut para pekerja yang berada di tempat itu. Aku pertama kalinya menginjakkan kaki ke tempat seperti ini, tempat yang katanya hanya dimasuki oleh orang kaya, salah satu olahraga yang sulit ditekuni orang susah sepertiku.
Aku menemani sela mengganti outfitnya di ruang ganti. Ruangan ini luas dan bersih, tak ada siapapun disini.
"Una" panggilan sela membuyarkan lamunanku. Aku bergegas mendekatinya, sela menarik rambut panjangnya kedepan, memperlihatkan punggungnya, tanpa sela bilang aku paham ia memintaku membantu membuka resleting di punggungnya. Sela melepas bajunya, dan berbalik ke arahku, mataku terpaku ke bagian dadanya.
"Una" sela menjentikan jarinya di depanku
"Ah iya" aku mengambil pakaian golf sela. Sela mengganti pakaiannya di depanku, aku mengalihkan wajahku ke arah lain, namun ekor mataku masih dapat melihat tubuh sela. Aku malu jika melihat sela memperlihatkan tubuhnya secara gamblang, sebagai sesama wanita harusnya aku tak perlu mau. Dulu aku juga pernah berganti pakaian bareng teman-teman dan tak merasa malu sedikitpun, tapi berbeda saat bersama sela.
"Ayo" ucap sela sembari menguncir rambutnya dan memakai topi. Pakaian ini tampak cocok dipakai sela, baju yang ketat memamerkan betapa bagusnya tubuh sela. Sebagai wanita aku juga ingin memiliki bokong dan dada seperti milik sela
"Hai" sapa sela ketika kami menghampiri mrs.Clara.
Mrs.Clara. Wanita muda ini memiliki selera yang glamour. Hari itu pertama kali aku bertemu dengannya, ia memilih restoran mahal untuk berbicara bisnis dengan sela, ia juga meminta sela menemaninya belanja barang-barang mahal seharian. Hari ini ia tampil dengan pakaian serba pink dengan dandanan mencolok, pakaiannya lebih ketat hingga kancing bagian dadanya sedikit terbuka.
Aku duduk mendengar obrolan mereka, obrolan serius mereka hanya sebentar. Wanita ini mulai berdiri memegang stik golfnya. Mereka mulai bermain bergantian, aku yang tak mengerti permainan ini hanya memperhatikan tak antusias.
"Good sela, tapi skill ku lebih baik" ucap wanita itu. Mataku membesar, bukan karena ucapannya. Tapi karena gelagat clara. Ia mendekat menyentuh pinggang sela, bagiku clara bertindak genit ke sela. Ia berkali-kali menyentuh sela, menyandarkan dadanya yang agak terbuka menyentuh sela. Ia berbicara dan tertawa dengan terus menyentuh sela. Apa ia menyukai sela?.
"Ayo istirahat sebentar" ucap sela kembali duduk bersamaku.
"Apa dia selalu bareng kamu sel?" Tanya clara menunjukku, aku tak menyukai ekspresi wajah dan nada bicara wanita ini.
"Ya, ini Una asisten pribadiku. Jadi dia akan sering bersamaku" jelas sela
"Kamu butuh asisten pribadi?"
"Ya"
"Untuk apa?, harusnya kamu mencari pacar sela" Clara menopang dagunya mendekat ke sela, ia menatap sela dengan senyum nakalnya. Aku mengerutkan keningku melihat sikap clara, posisinya yang seperti itu semakin memperlihatnya belahan dadanya. Sela hanya tersenyum dan meminum habis minumannya. Aku kesal karena sela sedari tadi tidak mengelak dari sentuhan centilnya clara.
"Apa kamu gak mau punya pacar?" Tanya clara lagi, sela melirikku. Aku berdehem keras, membuat clara menoleh ke arahku. Aku menggeser kursiku lebih dekat ke sela, tanganku pun bergelayut melingkar di lengan sela.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yes, She is my Girlfriend
RomanceLaluna adalah wanita sederhana yang hidup serba susah, bertemu dengan seorang wanita kaya raya. Mereka terlibat dengan perjanjian yang tidak masuk akal, namun mereka perlahan menikmati perjanjian itu.
