Ester menarik napas dalam-dalam kala Damian mengizinkannya untuk menghirup oksigen dengan bebas. Sebelum kemudian ia harus kembali bergelut dengan bibir pria itu yang sudah tak bisa dikontrol. Kilatan gairah di mata Damian sudah tak bisa ditutupi. Dan yang ia inginkan saat ini hanyalah kepuasan dan kenikmatan. Satu-satunya objek yang bisa memenuhi itu saat ini hanyalah Ester. Perempuan itu harus bertanggung jawab atas perbuatan nakal yang sudah ia lakukan sendiri tadinya. Jadi jangan hanya salahkan Damian yang tiba-tiba menyerangnya tanpa ampun.
"Arghh, jangan digigit, Dam!"
Perempuan itu mencengkram lembut rambut Damian dengan jari-jarinya. Ia sangat menikmati sensasi luar biasa yang menjalar di tubuhnya kala sang tuan menyesap dan menggigit kecil ujung buah dadanya. Tak hanya itu, Damian juga tak tinggal diam kala mulutnya yang sibuk untuk bermain dengan sisi kanan milik Ester itu meremas bagian kirinya dengan tangannya. Bentuk dadanya yang sekal dan sangat pas dalam genggaman tangannya membuat Damian leluasa dan mudah untuk mengendalikan.
Ditambah lagi dengan desahan kecil yang terdengar indah dari mulut perempuan itu. Ini pertama kalinya bagi Ester. Tidak tidak. Ini juga pertama kalinya bagi sosok pria bernama Damian tersebut. Selama ini mereka berdua memang belum pernah untuk bermain nakal dengan hubungan seintim ini. Meski sama-sama tak asing dengan hal tersebut, namun keduanya konsisten untuk tidak terjun ke dalamnya. Akan tetapi untuk malam ini, mereka saling ingkar. Dan pertama kali bagi keduanya bisa merasakan sesuatu yang ternyata begitu luar biasa rasanya.
Pluk.
Suara itu terdengar jelas saat Damian melepaskan buah dada milik Ester setelah puas bermain dan meninggalkan banyak jejak kemerahan di sana. Dan perilaku tersebut membuat sang puan merasa kehilangan. Ia menunduk dan melihat lekat ke arah Damian yang saat ini juga sedang menatapnya.
"Kenapa berhenti? Apa kau kurang puas?" tanyanya polos.
"Kau sudah membangunkan dia, itu berarti kau juga harus bertanggung jawab untuk membuatnya kembali tidur," ucap Damian membuat lengkungan bibir Ester kembali terbit.
Bagaimana tidak? Tiba-tiba saja Damian langsung mengoyak paksa celana tidur milik perempuan itu tanpa permisi. Hanya dengan sekali tarik saja, semuanya sudah terlepas.
Dalam hitungan detik, Ester refleks menyilangkan kakinya untuk menutup area yang sangat sensitif baginya itu. Ia sangat malu karena Damian terus menatapnya tanpa berkutik sama sekali.
"Sangat indah. Aku akan membuatnya bahagia malam ini," kata Damian dengan membuka kedua kaki Ester dengan lembut.
Secara perlahan dan tanpa paksaan, Ester menganut begitu saja. Meski dilanda rasa malu dan deg-degan secara bersamaan, rasa 'inginnya' itu lebih kuat dari segalanya.
"Akhh."
Ester langsung tersentak karena Damian tiba-tiba memasukkan kedua jarinya ke dalam miliknya. Tanpa aba-aba atau pemberitahuan sama sekali, gerakan itu lambat laun semakin dipercepat. Ia mendesah sekaligus merintih secara bersamaan. Di satu sisi ia merasa kesakitan karena ini adalah pertama kali namun di sisi lain ia juga begitu nikmat.
"Kau sangat basah."
Ia sudah tak mempedulikan ucapan Damian sama sekali. Karena yang saat ini ia rasakan hanyalah kegilaan yang tiada tara nikmatnya. Padahal pria itu belum melanjutkan pada intinya, namun ia sudah dibuat ampun beberapa kali.
"Stop, Dam. Jangan siksa aku terus. Ayoo mulai sekarang, aku udah akhhh gak tahan," racau Ester memohon pada sang tuan untuk menyegerakan inti permainannya.
"Tidak semudah itu."
Damian semakin mempercepat tempo tangannya sampai membuat Ester meminta ampun lagi dan lagi. Ia sangat puas melihat raut wajah memelas itu hingga tampak memerah. Jangankan Damian sendiri, Ester yang merasakannya saja sudah tak bisa menahan diri lagi.

KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Sleep
RomanceBACA GRATIS SELAGI ON GOING❗ ⚠️ 21+ area. (Jangan DENIAL baca jika masih di bawah umur!). ⚠️ Contains harsh language, swearing and vulgarity. ⚠️ Full Fiction. ~~~ Bukan CEO, bukan mafia, apalagi starboy ibu kota. This is the sole heir to the misch...