9. Gave it up Aurora

376 52 136
                                        

~"Karena pada dasarnya bukan kedatangan yang ku inginkan, akan tetapi pergi dengan tidak banyak meninggalkan bekas luka"~◦•●◉✿ AURORA BELVINA ✿◉●•◦

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~"Karena pada dasarnya bukan kedatangan yang ku inginkan, akan tetapi pergi dengan tidak banyak meninggalkan bekas luka"~
◦•●◉✿ AURORA BELVINA ✿◉●•◦








Orion berlari tergesa-gesa di lorong koridor sekolah. Bel masa pembelajaran telah berbunyi lima belas menit yang lalu.

Perlahan Orion mengetuk pintu kelasnya, bisa di pastikan di dalam telah ada guru yang mengajar. Orion menarik nafasnya dalam-dalam untuk segera memasuki kelas.

Tok...Tok...Tok

Clek

Setelah mengetuk pintu tiga kali, Orion membuka pelan pintu kelasnya. Semua pandangan mata teman-temannya menatap ke arah dirinya.

"Orion Auriga, jam berapa sekarang ?" Ucap Pak Bagas selaku guru Biologi.

"Jam tujuh lima belas pak," Ujar Orion sambil melihat ke arah jam yang berada di ruang kelas nya.

"Saya juga tahu sekarang jam tujuh lima belas,"

"Kalau Bapak tahu kenapa Bapak tanya saya ?" Tanya Orion membuat teman satu kelas nya terkekeh.

"Kenapa kau terlambat ?"

"Karena saya telat pak."

"Kenapa bisa telat ?"

"Bunda saya telat bangunin, terus saya terlalu menikmati tidur, jadi deh kebablasan tidur nya,"

Pak Bagas menghela nafas nya pasrah, baginya ini sudah biasa. Pak Bagas mengenal betul anak didiknya yang satu ini. Menurut dirinya Orion berbeda dengan anak didiknya yang lain.

"Bajunya masukin Orion, kamu pelajar, bukan preman pasar,"

"Memang preman pasar ada yang setampan saya pak ?"

"Aishhhhhh dasar anak ini," Frustasi Pak Bagas.

"Masukin Orion, agar rapih di lihatnya, kalau baju seragam nya kamu di keluarin gitu jelek banget, gak enak di pandang nya !" ucap tegas Pak Bagas.

"Pak mau di masukin, atau di keluarin juga kan sama-sama enak," Ujar Orion dengan ambigu nya.

"Bukan temen gue, sumpah bukan temen gue," Gumam Artur sambil menggelengkan kepalanya.

"Ahahahah Rio anjirrrr," Tawa Vino.

"Keluar masuk aja gak sih ?" Ujar Cleo.

"Sudah, sudah kalian ini !" lerai Pak Bagas.

"Untuk Orion ayo cepat masukan seragam sekolah nya, kalau kamu tidak mau merapihkan seragamnya, lebih baik tidak usah masuk pelajaran Bapak, dan nilai mu akan Bapak kosongkan,"

"Bapak gak asik mengancam terus," tutur Orion.

"Masukan Orion Auriga ! Setelah pelajaran Bapak kau boleh mengeluarkan seragam nya kembali,"

ORION AURIGA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang