WARNING⚠️
AKUN INI BERSIFAT PRIVAT, HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA.
17+
~"Tugasnya seorang kesatria adalah menjaga tuan puteri sampai sang pangeran tiba."~
◦•●◉✿ ORION AURIGA ✿◉●•◦
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~" Mari kita habiskan malam panjang kita ini Cha "~ ◦•●◉✿ ORION AURIGA ✿◉●•◦
Tubuh Ocha menegang, saat membaca pesan yang di kirim oleh Orion, bahkan Ocha berulang-ulang kali membacanya agar memastikan dirinya tak salah baca pesan tersebut.
Ocha berjalan mondar mandir di kamarnya, terlihat raut wajah gusar Ocha, mulutnya terus mengigit-gigit kecil kuku jari-jari tangannya. Ocha takut jika Orion benar-benar nekad dengan ucapan nya.
Persetan dengan semuanya, Ocha langsung menyambar kunci mobil dan cardigan miliknya, dengan tergesa-gesa Ocha langsung pergi untuk menghampiri Orion. Di living room Ocha melihat kedua orang tua berserta adiknya yang tengah berkumpul di sana.
"Kakak mau kemana ?" tanya Resty saat melihat Ocha yang berjalan tergesa-gesa.
"Kakak mau keluar sebentar Mi." Bohong Ocha
"Kalau gitu hati-hati Kak," ucap William.
Setelah berpamitan pada kedua orang tua nya, Ocha bergegas pergi ke alamat yang di kirim oleh Orion, di tancap gas mobil nya dengan kecepatan tinggi, Ocha benar-benar takut dengan Orion yang nekad akan ucapan nya itu.
Hampir tiga puluh menit Ocha sampai di Apartemen yang di maksud oleh Orion, dia berlari menuju pada tempat Orion berada. Di tekan password Apartemen, betapa terkejutnya saat melihat keadaan Apartemen yang sudah tidak layak di katakan rapih itu, dapat Ocha lihat barang-barang berserakan di lantai Apartemen, serta banyak pecahan-pecahan kaca di sana.
"ORION," teriak Ocha dengan panik nya.
"Orion please dimana kamu !"
Di sisi lain Orion berhenti dari aktivitas memukul-mukul tangan nya di tembok, telinga nya samar-samar mendengar teriakan Ocha.
"Ahahahhahah sialan ! Bahkan gue masi bisa mendengar suara lo Cha, lo benar-benar membuat gue gila saat ini," tawa Orion dengan hambar nya, lalu mulai kembali memukul-mukuli tembok serta membentur-benturkan kepalanya pada tembok Apartemen.
"Cukup ! Apa-apaan sih hah kayak gini, gila lo !" maki Ocha sambil menarik Orion menjauh dari tembok.
Orion menatap takjub pada Ocha yang benar-benar ada di hadapannya, bagaikan slowmotion Orion berjalan mendekati Ocha, sementara Ocha semakin memundurkan langkahnya. Namun, langkah Ocha harus terhenti saat terhalang oleh kasur king size yang berada di Apartemen Orion.
Melihat itu Orion semakin tersenyum di hadapan Ocha, di dorong dengan pelan tubuh Ocha, sehingga membuat Ocha terbaring terlentang di atas kasur, Orion langsung mengungkung tubuh Ocha. Mata Ocha melotot tak percaya saat melihat perlakuan Orion.
"M-mau apa kamu Orion ?!" gugup Ocha dengan ketakutannya.
"Mari kita habiskan malam panjang kita ini Cha," bisik Orion di telinga Ocha.