WARNING⚠️
AKUN INI BERSIFAT PRIVAT, HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA.
17+
~"Tugasnya seorang kesatria adalah menjaga tuan puteri sampai sang pangeran tiba."~
◦•●◉✿ ORION AURIGA ✿◉●•◦
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~" Tolong aku terjebak pada labirin hati yang ada pada dirimu !"~ ◦•●◉✿ ORION AURIGA ✿◉●•◦
Pukul 17.45 kini Orion tengah berada di dalam tenda seorang diri, wajah nya sedari tadi terus menampilkan senyuman khasnya. Kejadian saat tadi bersama Ocha terus saja teringat di benak nya.
"Arghhhhh bisa gila gue," Gumam Orion sedikit frustasi, sambil memukul-mukul matras yang menjadi alas tidurnya.
Orion menyentuh bibir tebal nan manisnya, sekilas senyumannya berkembang sempurna. Bayangan dirinya dan Ocha yang tengah berciuman terus terngiang-ngiang.
"Orion." panggil Artur yang baru saja datang, dan Hal itu sukses membuat Orion tersadar dari dunia nya.
"Ada Ocha tuh di depan," Ucap Artur yang kini merebahkan tubuhnya di samping Orion.
"Ocha ?"
"Iya, dia cari lo tuh di depan,"
Orion bangkit dari tidurnya, lalu langsung menghampiri sang kekasih yang tengah menunggu nya di depan tenda.
"Cha," panggil Orion.
Mendengar ucapan Orion, Ocha membalikan badannya menjadi menghadap ke arah Orion, pandangan matanya keduanya bertemu, mereka sama-sama melemparkan senyuman satu sama lain.
"Hay," sapa Ocha.
"Ada apa ?" tanya Orion sambil mengelus pucuk kepala Ocha.
"Sibuk ?" tanya balik Ocha.
"Seharusnya aku yang tanya sama kamu,"
"Aku gak sibuk, makanya aku ke kamu," ucap Ocha sambil mencolek hidung mancung Orion.
"Tapi kamu kan OSIS, pasti sibuk banget," Ujar Orion sedikit cemberut, membuat Ocha terkekeh melihat wajah lucu sang kekasih.
"Apa si gemes ahahaha, aku sudah izin sama Fara tadi, aku mau ajak kamu cari makan."
Mata Ocha sekilas menatap ke dalam tenda Orion, dia melihat sosok Artur yang tengah tertidur.
"Yasudah ayo kita cari makan," ajak Orion sambil menggandeng tangan Ocha.
Di dalam perjalanan menuju kedai yang tersedia di dekat lokasi camping, Orion terus mengajak bicara Ocha. Sesekali juga Ocha di buat terkekeh mendengar ucapan random kekasih nya.
"Udara dingin, kenapa pakai baju tipis gitu ?" Gumam Orion saat sadar melihat penampilan Ocha yang hanya mengenakan kemeja tipis nya.
"Jaket aku ada di tas, jadi males banget aku bongkar-bongkar tasnya,"
"Dasar."
Keduanya sampai di sebuah kedai, Orion menuntun Ocha untuk duduk di samping nya. "Mau pesan apa ?" tanya Orion sambil menatap Ocha yang tengah duduk manis di samping nya.