WARNING⚠️
AKUN INI BERSIFAT PRIVAT, HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA.
17+
~"Tugasnya seorang kesatria adalah menjaga tuan puteri sampai sang pangeran tiba."~
◦•●◉✿ ORION AURIGA ✿◉●•◦
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~" Orion, mari akhiri hubungan ini "~ ◦•●◉✿ OCHA LAVENDERA ✿◉●•◦
Hampir satu bulan Orion dan Ocha benar-benar berjarak, lebih tepatnya Ocha yang menjaga jarak antara dirinya dan Orion, Ocha ingin Orion meningalkan geng motor nya.
Sementara itu, setiap malam, Orion terus mengirim pesan manis untuk Ocha, meski di sana tak mendapat jawaban dari Ocha, dia terus gencar mencoba meluluhkan Ocha kembali. Di sekolah juga Ocha sering berdekatan dengan teman laki-laki nya, Orion mencoba untuk sabar melihat itu, dia mencoba mengerti akan Ocha yang masi marah dengan nya.
"Gue perhatiin belakangan ini lo sama Ocha agak sedikit berjauhan." Ucap Artur yang tengah duduk di taman bersama dengan Orion.
Orion melirik sekilas pada Artur. "Semenjak kejadian saat gue pulang dari rumah sakit sama Ocha, kita berdebat, Ocha kasi gue dua pilihan, untuk memilih meninggalkan Atlantis atau gue meninggalkan Ocha," sendu Orion
Artur cukup terkejut mendengar nya. "Terus lo pilih mana ?" tanya Artur dengan penasaran nya.
"Gue belum sempat pilih. Jujur gue gak bisa kalau harus meninggalkan Atlantis, di sisi lain juga gue gak akan pernah mau meninggalkan Ocha. Ini rumit bagi gue Tur, kedua nya sama-sama penting dalam hidup gue."
Artur menepuk-nepuk pelan pundak Orion, Artur bisa merasakan bagaimana ada di posisi Orion saat ini, itu pasti sangat rumit. "Lo sudah bicara baik-baik sama Ocha ?" tanya Artur.
"Belum, hampir satu bulan ini Ocha terus menghindari gue, Ocha sempat bilang ke gue, kalau gue belum bisa tinggalin Atlantis jangan harap gue bisa berdekatan sama dia."
"Ini pasti rumit bagi lo, tapi gue yakin bahwa di setiap kerumitan pasti ada jalan keluar nya. Lo harus sedikit lebih bersabar untuk menemukan jalan keluar dari ini semua."
Artur berdiri dari duduk nya, satu tangan nya terulur di hadapan Orion, melihat itu Orion menaikan satu alisnya bingung. "Kenapa ?" tanya Orion.
"Ayo kita ke cafeteria, hari ini gue bakal traktir lo."
Orion tersenyum mendengar nya, perlahan tangan membalas uluran tangan Artur, kedua nya berjalan menuju Cafeteria sekolah.
"Gue dengar-dengar ada murid baru di kelas sebelah, banyak yang bilang cantik." Artur membuka suara di tengah perjalanan mereka.
"Ingat Rora dong, seenak jidat lo puji cantik orang lain, gak kebayang kalau Rora dengar, gue jamin lo bakal jadi geprek di tangan Rora," cibir Orion membuat Artur terkekeh.
Mereka sampai di cafeteria sekolah, Orion langsung mengambil duduk di sudut pojok Cafeteria, sementara Artur yang memesan makanan.
Mata Orion memancing saat melihat Ocha yang tengah duduk berdua dengan seorang laki-laki, seperti nya Orion mengenal orang itu. Terlihat Ocha tengah berbicara serius dan sesekali juga keduanya tertawa bahagia. Geram sungguh Orion geram dengan pemandangan di hadapannya itu, dia mencoba untuk lebih sedikit sabar, dia tak mau gegabah dan membuat Ocha semakin marah dengan nya.