WARNING⚠️
AKUN INI BERSIFAT PRIVAT, HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA.
17+
~"Tugasnya seorang kesatria adalah menjaga tuan puteri sampai sang pangeran tiba."~
◦•●◉✿ ORION AURIGA ✿◉●•◦
Terhitung hampir berjalan dua Minggu sudah hubungan antara Orion dan Ocha. Keduanya semakin lengket, bahkan Ocha semakin membuka hati nya untuk Oiron, dan begitu pula sebaliknya.
Orion benar-benar membuat Ocha semakin jatuh cinta sedalam-dalamnya. Untuk Alula sampai saat ini Orion masi berhubungan baik dengan Alula, namun semuanya sudah sedikit berbeda, tak lagi sama seperti dahulu.
Seolah seperti ada tembok besar di antara Alula dan Oiron, mereka sudah punya cinta mereka masing-masing, hati mereka sudah memiliki sang pemilik nya.
"Dua hari lagi camping, lo sudah izin sama Papa Mama la ?" tanya Orion yang tengah duduk di hadapan Alula.
Alula memberhentikan acara makan nya, sekilas dia menatap ke arah Orion yang tengah memperhatikan dirinya. "Sudah, dari lama-lama juga sudah izin, lo sendiri bagaimana ?" tanya balik Alula.
"Gue belum sempat izin sama Ayah atau Bunda," Gumam Orion dengan senyuman nya.
"Gue gak sabar banget kepengen cepat-cepat camping," Timpal Aurora.
"Sejak kapan lo suka camping ?" tanya Alula.
"Sejak ada kak Arga di dalam nya," Ujar Aurora.
"Lo suka Si Arga yang sok banget itu ?" Tanya Orion.
"Ya kali gak suka sama modelan perfect gitu, sudah keren, jago basket pula,"
"Masi keren juga gue," Gumam Artur.
"Perlu di kasi kaca nih orang." cibir Aurora
"Besty gue memang keren, secara kan gue sendiri juga keren," celetuk Orion.
"Eh Oreo gue mengakui memang lo keren, cuma kalau lo gak nakal pasti Lo lebih keren, dan kemungkinan besar juga gue akan kepincut sama lo,"
"Sekarang aja gue tau lo sudah kepincut sama gue Dugong, ingat Orion Auriga mana ada yang bisa menandingi," Sombong Orion.
Seketika suasana Cafeteria berubah menjadi ramai, saat geng Veron mendatangi Cafeteria. Terlihat para siswi heboh dengan kehadiran ketua Basket dan antek-anteknya.
"Kak Arga kok makin tampan aja sih, kan Rora makin-makin jadinya," kagum Aurora sambil menatap takjub ke arah Arga.
Orion mengusap wajah Aurora dengan gemas, membuat sang empu mendenggus sebal menatap dirinya. Dengan kesal Aurora memukul pelan lengan Orion.
"Monyet !" kesal Aurora.
"Arga sama gue tuh, lebih tampan gue kemana-mana Ra," Ujar Orion.