WARNING⚠️
AKUN INI BERSIFAT PRIVAT, HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA.
17+
~"Tugasnya seorang kesatria adalah menjaga tuan puteri sampai sang pangeran tiba."~
◦•●◉✿ ORION AURIGA ✿◉●•◦
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~" Kita udah punya cinta kita masing-masing kan ? Jadi wajar aja gak sih kalau kita sedikit berjarak, karena untuk menghargai pasangan kita masing-masing. "~ ◦•●◉✿ ALULA CAPELLA ✿◉●•◦
Definisi wanita bodoh layak untuk di nobatkan pada seorang Ocha Lavendera, bagaimana tidak, setelah mendapat kekerasan, baik mental maupun fisik oleh kekasihnya, kini Ocha tengah bermesraan di livingroom bersama dengan Orion, kejadian tempo lalu seolah hanya di anggap angin lalu oleh Ocha, secepat itu Ocha bisa melupakan perlakuan kejam Orion padanya, sungguh Ocha benar-benar bodoh.
"Aku besok mau masuk sekolah," pinta Ocha, sambil mendongakkan wajahnya menatap ke arah Orion yang tengah memeluk nya.
"Udah enakan emang ?" Tanya Orion.
"Udah, bosan lama-lama di Mansion,"
"Yaudah besok aku jemput," Ocha mengangguk sebagai jawaban, kedua tangannya semakin erat memeluk pinggang Orion.
Wajah Orion sangat dekat di hadapan Ocha, melihat pergerakan Orion yang hendak mencium nya, Ocha langsung menutup bibir Orion dengan satu tangan nya, Orion menyingkirkan tangan cantik Ocha yang tengah menutupi bagian mulut nya, namun Ocha terus menahan nya.
"Nggak ah, nanti kalau Mami sama Dio pulang terus lihat gimana," tolak Ocha.
"Sebentar aja," rengek Orion.
"Aku tahu habitat kamu gimana, minta nya sebentar gak taunya lama," Ocha memutar bola matanya malas menatap Orion.
Orion mendengus pasrah, dia hanya diam dan kembali mengeratkan pelukannya pada Ocha, dengan wajah yang di sembunyikan di ceruk leher jenjang mulus milik Ocha.
"Kamu pulang sekolah kenapa gak pulang dulu sih, malah langsung ke sini ?" Dengan penuh sayang Ocha mengelus belakang kepala Orion.
"Apa sih, setiap hari juga kita ketemu," kekeh Ocha.
"Gak tau bawaan nya kangen terus ke kamu,"
"Kangen nya udah bermetamorfosis jadi rindu belum ?"
"Lebih dari rindu,"
Beberapa menit mereka sama-sama diam, dan menikmati waktu berduaan nya, sampai dimana Ocha membuka suara. "Keluar yuk," ajak Ocha, membuat Orion melonggarkan pelukannya.
"Keluar ngapain ?"
"Cari makanan yang enak, sekalian aku kepengen jalan sama kamu,"
"Besok aja, kamu baru belum lama sembuh, kamu mau makanan apa ? Nanti aku yang beli keluar."
"Aku udah sembuh, aku butuh udara segar."
Orion menghela nafas, "Yaudah ayo."
Ocha tersenyum senang, karena pada akhirnya Orion menuruti keinginannya. "Oke, kalau gitu aku ganti baju dulu, kamu tunggu di sini sebentar." Sebelum melesat ke kamar nya, Ocha menyempatkan diri nya mengecup mesra pipi Orion.