43. Truth or Dare

163 41 80
                                        

~" Pernah ngapain aja lo pacaran sama Kak Altair ? "~◦•●◉✿ AURORA BELVINA ✿◉●•◦

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~" Pernah ngapain aja lo pacaran sama Kak Altair ? "~
◦•●◉✿ AURORA BELVINA ✿◉●•◦










Helaan nafas pasrah di hembuskan oleh Elara berkali-kali, sungguh Elara lelah membangun kan adik semata wayang nya itu, sudah tiga hari ini Orion menginap di Mansion nya, karena Sandra dan Abraham masi sibuk mengurus bisnis nya di California.

Kali ini apa yang di rasakan Sandra saat membangun kan Orion di rasakan juga oleh Elara, pantas saja kesabaran Sandra setipis tissue di belah tujuh jika sedang membangun kan Orion, benar-benar sulit sekali seorang Orion Auriga itu jika di bangunkan.

"Orion bangun, kamu sudah telat, ini sudah pukul setengah tujuh." Elara mengguncang cukup kencang tubuh sang adik.

Tak ada respon apapun, Orion masi sibuk dengan mimpi indah nya, matanya enggan terbuka, bagi Orion sangat di sayangkan jika harus melewati bagian-bagian terindah dari mimpi nya ini.

Elara melirik pada meja Nakas yang terdapat segelas air, tak ada cara lagi pikir Elara, di sambar segelas air, lalu langsung di tumpahkan begitu saja di wajah Orion, gambaran Elara seperti ibu tiri yang tengah membangun kan anaknya.

Merasakan ada sesuatu yang membasahi wajahnya, Orion langsung bangun dan turun dari kasur begitu saja. Ada rasa ingin tertawa saat melihat wajah adiknya, namun Elara urungkan niatnya, di silangkah kedua tangan Elara di dadanya, lalu menatap datar ke arah Orion.

"Kak Ara apaan sih !" kesal Orion saat mendapati kakak nya yang tengah berdiri tanpa rasa bersalah sedikitpun yang sudah menyiramnya tadi.

"Mandi cepat, terus sarapan !"

"Aku ngantuk."

"Kamu harus sekolah Orion, Ocha juga telpon kakak dia hampir telat gara-gara kamu yang gak jemput dia, Ocha milih berangkat duluan sama supirnya, kalau tunggu kamu bisa-bisa dia telat terus di hukum," oceh Elara.

Orion tak memperdulikan ucapan kakaknya, dia kembali menjatuhkan tubuhnya di kasur. "Mau bolos aja sehari," gumam Orion yang mulai memejamkan matanya.

Habis sudah kesabaran Elara, di pukul kencang Butt Orion olehnya, membuat sang empu meringis kesakitan. Tanpa aba-aba, Elara langsung menarik paksa Orion menuju bathroom. Orion memberontak jelas dia memberontak, namun entahlah kekuatan kakaknya sangat besar, sehingga membuat Orion kewalahan menghadapi Elara.

"Kak aku mau bolos aja sehari, lagi pula sudah telat," rengek Orion.

"Kamu bolos, kakak akan bilang ke Ayah, nanti kakak mau suru ayah cabut semua fasilitas kamu !" ancam Elara.

"Rio sudah telat kak."

"Belum, masi ada waktu setengah jam lagi, kamu cepat siap-siap."

Akhirnya Orion mengalah, dan lebih memilih bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, melihat Orion yang sudah masuk ke dalam bathroom, Elara mengelus dadanya guna menetralkan emosi nya, dengan perasan yang masi sedikit jengkel dengan tingkah sang adik, Elara dengan penuh keikhlasan membereskan kasur tepat tidur Orion yang berantakan.

ORION AURIGA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang