WARNING⚠️
AKUN INI BERSIFAT PRIVAT, HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA.
17+
~"Tugasnya seorang kesatria adalah menjaga tuan puteri sampai sang pangeran tiba."~
◦•●◉✿ ORION AURIGA ✿◉●•◦
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~" Semakin mengenal mu, semakin membuat aku jatuh terlalu dalam pesona mu "~ ◦•●◉✿ ORION AURIGA ✿◉●•◦
Hari ini adalah Day camping rutin tahunan Edelweis senior high school. Di dalam Bus kini Orion tengah duduk di samping Alula, sekilas Orion menatap ke arah Alula yang tengah memijat-mijat lembut kepala nya.
"Pusing ?" tanya Orion yang kini mendekatkan tubuhnya pada Alula.
"Sedikit." lirih Alula
Perlahan Orion membawa kepala Alula ke bahunya, dengan lembut Orion memijat-mijat kepala Alula. "Bawa tidur aja," Gumam Orion.
"Rio ?" panggil Alula.
"Kenapa hm ?"
"Masi lama ?"
"Sebentar lagi mungkin."
Keadaan Bus cukup hening, karena para penghuni Bus tengah asik dengan tidur mereka, di kursi belakang Alula dan Orion terdapat Aurora dan Artur. Keduanya tengah tertidur, dimana Aurora tertidur sambil menyandarkan kepalanya di bahu Artur.
"Semalam gue sempet cek cok sama Altair di chat." Ucap Alula tiba-tiba.
Orion menaikkan satu alisnya saat mendengar ucapan Alula. Perlahan Alula melingkar kan kedua tangannya di pinggang Orion.
"Kenapa bisa sampai cek cok ?"
"Dia cemburu sama lo." Ucap Alula membuat Orion menaikkan alisnya bingung.
"Pas kelas kita Futsal saat itu, ternyata ada Altair di sana, gue juga gak tahu kalau dia ada di Sanah juga sama teman-temannya, terus dia sempat liat kita boncengan, gue peluk-peluk lo di atas motor dia juga liat, bahkan dia ikutin kita pulang."
"Terus Altair mampir di Mansion ?"
"Mampir sebentar, itu juga hanya cek cok."
"Kenapa cemburu sama gue, padahal dia sudah tahu kalau Lo itu kakak gue, apa yang mau di cemburuin sama gue, sedangkan gue juga sudah sama Ocha," Ucap Orion sambil menatap dalam mata Alula.
Alula kembali mengeratkan pelukannya pada Orion, tanpa sadar setetes Air matanya jatuh saat mengingat pertengkaran dengan Altair.
"Dia bilang gue harus menjauhi lo," Gumam Alula membuat Orion diam sejenak.
"Altair bocah banget." tutur Orion
"Pas cek cok sama Altair, dia kasar gak sama lo ?" lanjut Orion yang di balas gelengan kepala oleh Alula.
Sekilas Orion menatap punggung Alula yang bergetar, bisa di pastikan Alula tengah menangis saat ini. "La," panggil Orion sambil mengelus lembut punggung Alula.