WARNING⚠️
AKUN INI BERSIFAT PRIVAT, HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA.
17+
~"Tugasnya seorang kesatria adalah menjaga tuan puteri sampai sang pangeran tiba."~
◦•●◉✿ ORION AURIGA ✿◉●•◦
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~"selamat tinggal cinta lama, dan selama datang cinta baru"~ ◦•●◉✿ ORION AURIGA ✿◉●•◦
Malam ini Orion tengah berdiam diri di balkon kamarnya, matanya menatap langit malam yang begitu cantik, dimana terlihat bulan yang bersinar dengan di temani beberapa bintang-bintang di sisinya.
"Maaf la gue menyerah untuk mencintai lo, mulai saat ini gue akan mulai mencintai Ocha," Monolog Orion.
Orion menarik nafasnya dalam-dalam, lalu membuang nya dengan sedikit kasar. "Gue belum cerita sama Bunda kalau gue sudah Official sama Ocha," Gumam Orion yang kini lebih memilih untuk pergi ke living room.
Sesampainya di living room matanya menangkap sosok Sandra yang tengah pokus menonton serial televisi. Langsung saja Orion mengambil duduk di samping Sandra, lalu memeluk tubuh Sandra dari samping, hal itu sukses membuat Sandra sedikit terkejut.
"Tumben banget ada apa ini peluk-peluk, ada maunya pasti," tebak Sandra.
"Sok tau banget sih Presiden Mansion," cibir Orion yang masi setia memeluk Sandra.
"Ya terus kenapa coba ?"
"Bunda," panggil Orion yang di balas deheman oleh Sandra.
"Bunda tahu gak ?"
"Gak tahu karena Rio belum kasi tahu Bunda," jawab Sandra membuat Orion terkekeh.
"Oke kalau seperti itu Rio kasi tahu ya, agar Bunda tahu, tapi sebelum nya Rio mau tanya dulu sama Bunda," ucap Orion yang kini melepaskan pelukannya dari Sandra.
"Tanya aja, tapi tanyanya yang mudah-mudah aja, Bunda malas mikir soalnya," Tutur Sandra membuat Orion terkekeh.
"Menurut Bunda Ocha itu bagaimana ?"
Sekejap Sandra menaikan satu alisnya, lalu kemudian Sandra menatap lekat wajah tampan anak bungsu nya. "Ocha baik, asik juga Bunda suka." tutur Sandra membuat Orion tersenyum lebar.
"Kalau menurut Bunda Rio sama Ocha itu cocok nggak ?"
Sandra berpikir sejenak, dengan ibu jari dan jari telunjuk yang mengusap-usap kecil dagunya.
"Cocok gak ya ?"
"Yeuhhh itu menurut Bunda bagaimana ? kan Rio minta pendapat sama Bunda,"