54. Alula & Bandana

162 36 259
                                        

~" Gak akan ada yang gak cemburu saat lihat pacarnya se mesra itu sama SAHABAT NYA !"~◦•●◉✿ OCHA LAVENDERA ✿◉●•◦

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~" Gak akan ada yang gak cemburu saat lihat pacarnya se mesra itu sama SAHABAT NYA !"~
◦•●◉✿ OCHA LAVENDERA ✿◉●•◦





Setelah satu minggu menghadapi ulangan semester ganjil, kini para murid Edelweis senior high school, mengadakan class meeting, dimana mereka mengadakan pertandingan futsal antar kelas. Pertandingan di gelar di lapangan futsal sekolah, sorak sorai menggema di lapangan, karena tengah menyaksikan pertandingan futsal yang sedang berlangsung, dimana kelas 12 IPA 2 tengah bertanding dengan kelas 11 IPA 1.

"Pacar lo gak ikut main futsal Cha ?" Tanya Lesya saat melihat Orion yang hanya menonton di sudut lapangan.

"Mana bisa dia main futsal, kan Orion mah cuma bisanya ngambek-ngambek ke Ocha," ucapan Fara membuat Lesya tertawa, sementara Ocha hanya mendenggus mendengar nya.

Ocha hanya melihat Orion yang tengah duduk seorang diri di pinggir lapangan, dapat Ocha lihat wajah lesu Orion, sebetulnya Orion tak ada niatan untuk datang ke sekolah, namun Ocha memaksa nya. Semalam Orion bergadang bermain game sampai jam tiga pagi, membuat dirinya mengantuk sekarang, niat hati ingin tertidur sampai siang menjelang, tapi Ocha menerornya dengan panggilan dan pesan-pesan agar dirinya bagun dan berangkat sekolah.

"Kenapa tuh pacar lo Cha, wajahnya kusam amat ?" Tanya Fara.

"Males berangkat sekolah, cuma gue paksa."

"Gak nyangka selera Ocha akan anjlok gini, bisa-bisanya dari Veron yang disiplin, eh malah turun ke Orion yang berandalan gitu,"

"Ra udah ah, Orion itu anak baik gak berandalan, lo cuma lihat Orion dari satu sisi aja."

"Udah udah, jangan debat mending Pokus lihat pertandingan." Lerai Lesya.

Sementara itu, Orion yang bosan, dia lebih memilih pergi ke kelas saja, matanya sungguh tak bisa di ajak kompromi, dia benar-benar mengantuk, jika bukan karena Ocha yang memaksanya, Orion mana mau berangkat ke sekolah.

Di dalam kelas hanya ada keheningan, dimana hanya ada Azmi saja yang tengah asik bermain ponselnya, entah apa yang di lakukan Azmi, Orion tak tahu, bahkan dia tak perduli dan tak memikirkannya, dia lebih baik cepat-cepat mengistirahatkan matanya yang butuh di pejamkan.

Hampir setengah jam Orion tertidur, sampai dimana dia harus di bangunkan dengan seseorang yang tengah mengguncang-guncang tubuhnya. Perlahan Orion membuka matanya dapat di lihat Eric lah sang pelaku yang menggangu ketenangan tidur nya.

"Apa sih Ric, gue ngantuk ah, ganggu banget sumpah !" Kesal Orion sambil menepis tangan Eric yang berada di pundak nya.

"Di babak pertama kelas kita kalah, tertinggal dua poin sama kelas 12 IPA 2—" ucapan Eric langsung di cela Orion.

"Terus kenapa kalau kalah ? Yaudah sih terima aja," dengan santainya Orion kembali memejamkan matanya.

"Lo kok gitu sih Orion, ayo lo harus turun ke lapangan, Eza cidera, dia gak bisa lanjut main." Ujar Eric

ORION AURIGA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang