47. Changed his mind

180 39 120
                                        

~" Lebih Rindu kamu yang sering ngerengek ke aku "~◦•●◉✿ OCHA LAVENDERA ✿◉●•◦

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~" Lebih Rindu kamu yang sering ngerengek ke aku "~
◦•●◉✿ OCHA LAVENDERA ✿◉●•◦









Di bawah langit yang terik Orion tengah berlari mengelilingi lapangan sekolah, kesialan hari ini berpihak padanya, hari ini Orion tercyduk membolos sekolah oleh Bu Rossa, yang mengharuskan Orion melakukan hukuman seperti sekarang.

Dari sisi lapangan sekolah Ocha melihat kekasihnya yang tengah berlari di lapangan sekolah, sudah hampir dua minggu Orion membebaskan Ocha untuk berdekatan dengan siapapun dan bergaul dengan teman-temannya. Bahkan Orion tak akan marah jika Ocha meminta izin untuk bertemu dengan Raja sahabat kecilnya, Orion benar-benar membuktikan ucapannya, jika dia akan berubah menjadi lebih dewasa lagi, dan komunikasi mereka berdua tetap terjalin sampai saat ini.

Hampir satu jam Orion berlari di tengah lapangan, kini dia lebih memilih untuk duduk di tepi lapangan, mengingat juga hukuman yang di berikan Bu Rossa telah di tuntas kan olehnya. Mata Orion terpejam sambil mendongakkan kepalanya ke atas, saat asik dengan acara santai-santai nya kini Orion merasa ada sebuah beda dingin yang menyentuh pipinya.

"Kenapa bisa lari-larian di lapangan ? kali ini kenakalan apa yang kamu lakukan ?"

Orion sangat mengenal jelas siapa pemilik suara itu, seketika bibirnya tersenyum kecil, satu tangannya menggenggam pergelangan tangan gadis yang tengah meletakkan pulpy Orange di pipinya.

"Bolos, terus kecyduk sama Bu Rossa," ucap Orion sambil menarik Ocha agar duduk di samping nya.

"Kenapa bolos ?" tanya Ocha dengan tatapan intimidasi nya.

"Mau aja, bosan soalnya belajar terus."

Tangan Ocha sibuk membuka tutup botol Pulpy Orange yang dia beli di cafeteria tadi. "Jangan bolos terus sayang," ucap Ocha sambil menyodorkan pulpy Orange di hadapan Orion.

Orion mengambil alih Pulpy Orange dari tangan Ocha, lalu dia meneguk nya dengan tergesa-gesa karena merasakan tenggorokan nya yang begitu kering. Ocha terus memperhatikan kekasih nya yang tengah asik meneguk minuman nya, sampai dimana tatapan Ocha tertuju pada jakun Orion yang naik turun, hal itu membuat Ocha salah tingkah sendiri, dia berdehem guna mengontrol kegugupan nya lalu mengalihkan pandangannya kesembarang arah.

"Makasi atas minumannya cinta," ucap Orion setelah meneguk minuman pemberian kekasihnya.

Ocha mengangguk-anggukkan kepalanya, satu tangan nya meraih kembali botol minuman yang masi ada di genggaman Orion, tanpa beban Ocha langsung meneguk habis Pulpy Orange yang tersisa sedikit.

"Mau minum lagi gak ? nanti aku beliin di cafeteria" tawar Orion yang di balas gelengan oleh Ocha. "Kamu gak kangen aku ? Belakangan ini kamu terlalu sibuk sama dunia kamu loh," ucapan Orion berhasil membuat Ocha langsung menatap ke arah nya.

ORION AURIGA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang