"Istri saya mana Bi" tanyanya pada Bi Ratih perempuan paruh baya yang telah menjaganya sejak kecil dan Sekrang menjadi pembantu dirumahnya bersama Salsa.
Bi Ratih yang sedang menyiapkan menu makan malam, menoleh.
"Tadi katanya lagi pusing, jadi di kamar aja. Paling keluar tadi Nyari nyari Den Airon sudah pulang atau belum" jelas Bi Ratih
Airon mengangguk lalu permisi untuk menemui istrinya,
Ceklek
"Eumphttt Roon kamu udah pulang?" Tanya Salsa Khas Bangun tidur dan malah membuat Airon merinding kepanasan.
Dasar!
"Iya, maaf tadi ada acara penerimaan penghargaan jadi agak lama" sesalnya.
Salsa mengangguk.
"Kepalanya pusing sekali ya?" digenggamnya tangan Salsa Lembut
"Ga tau, kepalaku berat banget. Apa karena aku tadi setelah sarapan langsung tidur ya?" ucap Salsa
Airon mengelus wajah Salsa, lalu dikecupnya ubun-ubun sang istri.
Salsa benar-benar merasa lemas sekali, sudah beberapa kali ia mondar-mandir ke kamar mandi.
Rasanya tenaga Salsa sudah tersedot habis. Dengan tangan bergetar ia mencoba untuk berdiri, namun tetap saja usahanya gagal.
Airon sedang berada di ruang kerja. Berkas-berkas sialan ini harus ia teliti pengajuan kontrak dari perusahaan lain. Ia tak suka bila ada kesalahan sedikit pun, pernah sekali ia mempercayakan pekerjaannya pada seseorang dan malah berkhianat. Ia tak mau hal itu terjadi lagi.