Setelah melakukan Itu Dengan Salsa.
Akhirnya Airon akan pergi ke kantor.
12.30
Airon udh Sarapan udh Rapih, Salsa juga udh Rapih..
Salsa mengantarkan Airon ke depan Rumah
"Sayang Aku berangkat kerja ya" ucap Airon
"Iya sayang" ucap Salsa
"Yaudah ya Aku berangkat" ucap Airon
Airon bergegas Menuju mobil namun Salsa teriak
"Roooon" teriak lembut Salsa
Airon menghampiri Salsa lagi
"Ada apa sayang hmmm?? " ucap Airon
"Kamu lupa ya" Salsa cemberut
"Lupa apa sayang" ucap Airon
"Anak kamu ga di elus atau di ajak ngobrol gitu kan mau ditinggal kerja" Salsa memanyunkan bibir ny
"Ahh iyahh sayang aku lupa" ucap Airon berjongkok di perut Salsa
"Anak anak papi di dalem baik baik ya, jaga mami nya ya, papi mau kerja dulu.. Jangan nakal nakal ya sama mami nya" ucap Airon mengelus Dan mencium perut Salsa
Airon melihat Salsa masih memanyunkan Bibir nya
Dan Airon pun Mencium Bibir Salsa Dan melumat nya.
"Ishhhhh Rooon" rengek Salsa
"Gemes deh ini bumil, makanya bibir nya jangan gituu kan aku ga tahan" ucap Airon
"ihhh yaudah kamu berangkat ahhh, hati hati papi" ucap Salsa
Dan Airon pun tak lupa mencium kening Salsa.
Airon langsung Melajukan mobilnya
Tak lama kemudian Airon sudah sampe Kantornya.
Setelah Lama di kantor Airon pulang Sore Karena Salsa Tiba tiba Mengidam lagi. Jadi dia cepet cepet membereskan pekerjaan nya.
Saat hendak Pulang ada yang memanggilnya
“Pak Airon”
Airon berbalik, Cheryl perempuan itu lagi. Semakin ditolak secara terang-terangan semakin gencar juga mendekatinya. Ia melengos begitu saja, lagipula ini bukan jam kerja. Jadi, ia tak perlu beramah tamah pada wanita seksi itu.
"Pak Airon.. Ih kok saya dicuekin sih" sungutnya. Dengan cepat ia memegang lengan Airon tanpa permisi, membuat Airon kesal.
"Bisa anda turunkan tangan anda, jika tidak mau saya melakukan hal kasar yang bisa menyakiti anda" sarkas Airon
Cheryl buru-buru menurunkan tangannya, lelaki tampan berbahu lebar di depannya ini tak pernah main-main dengan perkataanya.
"Bapak kenapa sih cuekin saya?" tanya Cheryl dengan nada manja yang malah membuat Airon merasa mual mendengarnya.
"Saya tidak punya kewajiban untuk menjawab perkataanmu diluar pembahasan mengenai pekerjaan" papar Airon
Cheryl bertanya. "Kenapa? Saya rasa jika kita menjalin hubungan akan cocok sekali. Kita mempunyai pendidikan yang setara dan kedudukan yang setara. Saya juga cantik, banyak yang ingin melamar saya. Mengapa Anda tidak?"
Airon tidak terlalu jelas mendengar ucapan gadis itu, sekarang ia menggunakan earphone menelepon istrinya.
"Ya sayang? Apa kamu lagi pengen mangga muda. Oke, aku akan segera pulang"
Salsala ternganga, ia sudah menjatuhkan harga dirinya di depan lelaki itu. Tapi, malah berkali-kali lelaki itu menolaknya terang-terangan. Namun, bukannya menyerah pada tekadnya sekarang semakin membara ingin mengambil suami orang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
BENCI JADI BUCIN/Kisah cinta AIRON dan SALSA
Roman pour AdolescentsMenikah Tanpa Ikatan Cinta Tapi endingnya Bikin Bucin Dan Baper
