3 bulan kemudian, dan pernikahan Salsa dan Airon sudah jalan 6 bulan
Hari yang melelahkan bagi Airon. Setelah tadi siang selesai dari kampus ia kembali kekantor. Jika bukan karena ia khawatir kepada sang istri yang selalu diganggu oleh Rafka maka cukup ia hanya bekerja di kantor saja, karena di kampus ga terlalu padet jadwal kelas nya.
Untuk sekarang, sadarkan Airon bahwa dia memiliki tumpukan dokumen di atas mejanya, sudah beberapa kali Airon menghela nafas lelah, ingin sekali pulang tapi jika tidak di selesaikan maka tidak ada jaminan jika besok tidak ada lagi dokumen yang datang untuknya. Sudah beberapa minggu ini Airon selalu pulang larut malam bahkan hampir subuh, walaupun begitu Airon tak pernah lupa untuk mengecap tubuh sang istri dan memperhatikan istri.
Udah beberapa jam berkutat dengan semua dokumen,
"Ughhh.." Erangan terdengar dari Airon sembari memegang kepalanya, ia menyandarkan tubuhnya di kursi.
Hingga
Tok...Tok...Tok..
Terdengar suara ketukan pintu yang lembut dari luar. Airon menggeram keras siapa malam-malam begini mengetuk pintu ruangannya?
"Masuk.." Ujar Airon
Saat pintu terbuka tempaklah sesosok wanita berhijab yang memakai Baju warna tosca. Wajah Airon yang tampak lesu tadi sekarang menjadi lebih bersemangat.
"Sayang.." Ucap Airon
Salsa mendekat kearah Airon, Salsa menghela nafas saat melihat raut kelelahan nampak jelas di wajah suaminya.
"Kamu cape ya sayang" ucap Salsa
"Ngomong-ngomong kamu kenapa nyusul aku ke kantor? kangen ya?? "goda Airon
"Gakkk..., cuma mau mastiin aja sih, siapa tau kamu pulang malem lagi. " ucap Salsa
"Kamu ga kangen sama aku? " tanya Airon
" setiap hari ketemu kok" ucap Salsa
" elah Yang.. sedikit aja napa sih kangen kek.. " ucap Airon
" kok jadi melow sih.. " ucap Salsa
" Yang.." Panggil Airon lembut
"Hmm.."
" kepala aku sakit nih.. " Salsa memijat kepalanya,
" Ya udah sini Aku pijitin " Salsa memijit halus kepala Airon
Airon terlihat menikmati setiap pijatan yang di berikan sang istri.
" udah?? " Tanya Salsa
"Masih Yang.. Tanganku juga sakit tau.." Salsa beralih memijit tangan Airon
Pijatan-pijatan yang di lakukan Salsa sukses membuat Airon merasa keenakan, senyum misterius tercipta di wajahnya.
"Yang.." Panggilan dari Airon membuat Salsa menoleh kearah Airon
tampa aba-aba saat sang istri menoleh, Airon langsung memberi ciuman di pipinya.
"Sayang bentar aku kunci pintu dulu takut ada yg masuk ganggu kita" ucap Airon beranjak dari tempat duduk nya
Setelah Airon mengunci pintu, Airon duduk di Sofa.
"Sini sayang duduk" ucap Airon
Saat Salsa duduk Airon mencium bibir Salsa, Salsa yang awalnya kaget hendak melepas ciuman dari Airon namun tengkuknya terlanjur di tahan, bahkan terasa di tekan oleh Airon.
Salsa sangat cepat terbawa susana oleh ciuman Airon jadi ia mulai membalas ciuman dari Airon. Ciuman yang dari pelan menjadi ganas, decakan dari dua bibir yang saling beradu bahkan terdengar nyaring di ruangan Airon, ciuman itu kian memanas membuat Salsa kesulitan bernafas.
KAMU SEDANG MEMBACA
BENCI JADI BUCIN/Kisah cinta AIRON dan SALSA
Teen FictionMenikah Tanpa Ikatan Cinta Tapi endingnya Bikin Bucin Dan Baper
