Seminggu kemudian
Sepulang dari kampus Airon meminta Salsa untuk membawa mobilnya karena ia sedang ada rapat.
Salsa itu bukan bermaksud menolak untuk punya seorang anak, tapi lagi-lagi di satu sisi ia masih merasa belum siap. Takut jika kesibukannya akan membuatnya lalai menjadi ibu yang baik.
Getaran di ponsel membuat Salsa mengalihkan perhatiannya. Sebuah panggilan dari sang suami masuk ke ponselnya.
"halo yang..." Ucap Airon
'Sayang, bisa kau bawakan aku map biru yang berada di atas meja, di ruang kerjaku? UUcap Airon
" iya, kita bertemu dimana Ron?." Ucap Salsa
'antar ke kantin rektorat saja ya, aku sedang makan siang. Jika kau belum makan kita bisa makan bersama. Aku juga ingin mengenalkanmu pada seseorang.' Ucap Airon
"Eh, siapa?" Ucap Salsa penasaran
'Datang saja ke sini ya Sayang.' Ucap Airon
"baiklah... " ucapnya.
Setelah sambungan diputus, Salsa
yang sudah membawa map yang di minta sang suami langsung bergegas kembali ke kampus.
Namun, baru sampai di tempat yang dijanjikan, kaki Salsa berhenti melangkah. Tepat di depan kaca etalase Salsa melototkan matanya. Terlihat Airon yang tengah memangku anak Di depan Airon duduk seorang wanita cantik berpakaian formal juga ikutan tertawa.
Airon yang belum sadar kehadiran Salsa mulai terlihat menciumi pipi tembem si anak kecil. Sesekali juga berbincang mengenai hal yang nampak menyenangkan bersama wanita di hadapannya.
Mereka bahagia seolah dunia milik berdua. Ada suara retak yang membuat Salsa meringis sakit dari dalam dirinya.
Ini kah yang namanya diselingkuhi?
Dicurangi? Dihianati?
Airon Menyuruh dirinya datang hanya untuk melihat sang suami bersenang-senang dengan selingkuhan sampai membuahkan anak pula.
"Ron...."
Airon yang tengah bercengkrama dibuat kaget dengan penampilan istrinya yang berwajah berantakan. Lelehan air mata nampak membekas di pipi merahnya, belum lagi suara isak tangis yang berusaha ditahan namun malah terdengar menyayat.
"Sal? Kamu kenapa? Ada yang menyakitimu? Kau digoda lelaki??" Airon terlihat panik, takut-takut terjadi sesuatu yang membahayakan keselamatan istrinya.
Bukannya mereda, tangis Salsa semakin pecah. Pintar sekali rupanya sang suami bersandiwara pura-pura khawatir.
"Jika kamu ingin sesuatu yang tak bisa kuberi tolong bicarakan baik-baik, aku tidak akan mengerti jika tidak diberi pengertian." Kening Airon bertaut keheranan, apa maksud istrinya ini.
"Apa aku sudah tidak menarik lagi sampai-sampai kau selingkuh.. hiks.. " ucap Salsa lagi
Selingkuh? Siapa yang selingkuh? Airon bertanya-tanya dalam hati. Apa istrinya ini sedang menduga dirinya tengah berselingkuh? Astaga Airon ingin tertawa. Gemas melihat istrinya ini sesenggukan dan menuduhnya macam-macam.
"Sayang," ucap Airon
Airon mencoba memanggil namun tidak direspon.
"jangan panggil sayang." Ucap Salsa
Salsa enggan menatap sosok tinggi di depannya kini.
"Kupikir kau hanya ingin membuat anak denganku. Padahal aku mulai berubah pikiran, akan sangat membahagiakan jika bisa mengandung anak darimu Ta-tapi -" ucap Salsa
KAMU SEDANG MEMBACA
BENCI JADI BUCIN/Kisah cinta AIRON dan SALSA
Novela JuvenilMenikah Tanpa Ikatan Cinta Tapi endingnya Bikin Bucin Dan Baper
