Beberapa Hari kemudian
"Ronnn Bangun yuuu sayang. " Ucap Salsa menggoyangkan tubuh Airon agar sang suami mau bangun dari tidurnya.
karena ini waktunya Airon minum obat. Sejak beberapa hari lalu karena tidak bisa menahan nafsunya membuat ia menjadi sulit untuk sehat. Salsa terus saja menggoyangkan tubuh Airon, namun bukannya bangun Airon malah menarik selimutnya yang sempat melorot untuk menutupi seluruh tubuhnya. Airon benar-benar tidak ingin di ganggu karena kepalanya benar-benar sakit sekarang.
"Sayang.. Kamu bangun dulu minum obatnya..." Ucap Salsa
"Aku ngantuk yang... Mau tidur aja.." Ucap Airon
" Ishhhh minum obatnya dulu biar cepet sembuh, Ron. " Salsa mencoba menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Airon namun di tahan kuat olehnya,
"Ck..." Salsa berdecak kesal karena Airon benar-benar tidak mau bangun. Dengan mengumpulkan semua kekuatan, bahkan ia sempat melakukan sebuah peregangan kecil.
Hehe??
Akhirnya Salsa dengan kuat menarik selimut tersebut dan melemparnya menjauh. Airon yang merasakan tidurnya terganggu mencoba untuk mengambil posisi telentang, Airon membuka matanya dengan perlahan dan menatap salsa yang kini menatap juga kearahnya.
"Sal..."
"Apa Ron" ucap Salsa
"Sayang.. Kamu harus minum obat dulu makanya baru nanti tidur lagi... " ucap Salsa lagi
" Tapi aku pusing sayang.." Ucap Airon
"Iya Tap--" Ucapan Salsa terhenti saat Airon kini sudah duduk di sebelahnya dan mulai bertingkah manja dengan menenggelamkan wajahnya di leher Salsa
"Ron?"
"Pusinh Yang.." Salsa menghela nafas pelan, Salsa mulai memberikan pijatan kecil di kepala Airon. Airon merasa enak mendapatkan pijitan itu.
"Ron jangan tidur dulu ,makan dulu terus minum obatnya. " ucap Salsa
"Ronn... Iih Ron,,,ihhh Sayang.. " Salsa menggoyang-goyangkan tubuh Airon namun tidak ada respon apapun, bukannya gimana-gimana, tapi Salsa benar-benar kahwatir jika sang suami tidak meminum obatnya dengan tidak teratur membuatnya sangat sulit untuk sembuh.
Maka dari itu sejak tadi ia terus memaksa Airon untuk bangun untuk minum obat.
Setelah beberapa kali paksaan akhirnya Airon berhasil untuk meminum obatnya, dan sekarang ia kembali tertidur. Huhhh Salsa benar-benar merasa seperti mengurus seorang anak yang berusia di bawah 10 tahun, benar-benar, manjanya Airon mengalahkan kemanjaan seorang anak-anak.
Ngomong-ngomong soal anak... Salsa ingin memilikinya...
Tapi ??
Bagaimana dengan kuliahnya, ia masih menginginkannya juga, tapi ia juga menginginkan seorang anak. mamah Salsa dan kedua orang tua Airon juga selalu menanyakannya tentang kapan mereka akan memiliki seorang anak.
Salsa menghela nafas pelan, kemudian menoleh kearah Airon yang sudah terlihat terlelap, ia tersenyum kecil, Airon selalu terlihat lucu jika sedang tertidur seperti ini.
Salsa mendekatkan wajahnya kearah wajah Airon yang tertidur, ia mengecup sekilas bibir Airon, saat ia menjauhkan wajahnya dari wajah Airon, Salsa dapat melihat bibir Airon membentuk sebuah senyuman.
"Huhh dasar... Padahal lagi tidur, ngerasa aja sih kalau habis di kecup.." Gerutu Salsa
namun tak menampik bahwa ia juga terkekeh kecil. Entah apa yang merasuki Salsa, ia menoleh kearah Airon kembali, kali ini bukan wajahnya.. Tapi... Daerah bawah Airon.
KAMU SEDANG MEMBACA
BENCI JADI BUCIN/Kisah cinta AIRON dan SALSA
Ficção AdolescenteMenikah Tanpa Ikatan Cinta Tapi endingnya Bikin Bucin Dan Baper
