Dua minggu setelah tragedi di hutan dan kunjungan rumah sakit yang penuh dengan kegaduhan, akhirnya para anggota osis kembali menjalankan tugas mereka seperti biasanya.
Walau pagi itu tidak semua anggota hadir karena adanya keperluan ataupun kepentingan lain yang harus mereka jalani, tetap saja semuanya berjalan seperti semestinya.
"Hyung, bagaimana dengan izin persuratan anak teater untuk menggunakan aula ?"
"Kepala sekolah sudah menyetujuinya Cale, namun tiga hari setelahnya ada ekskul lain yang akan menggunakan aula, mereka baru saja mengirimkan surat izinnya pada osis"
"Bisa diatur, hyung lakukan saja seperti biasa"
"Biar aku yang ambil alih untuk perizinan ini Alberu-ya"
"Terima kasih Sangah-ah"
Damai dan tentram, mungkin karena banyaknya tugas osis yang menumpuk, mengharuskan mereka untuk tetap fokus menyelesaikan semuanya. Alasannya karena sebelum ini tak satupun diantara mereka dapat fokus saat ketiga orang yang paling mengkhawatirkan masih berada di rumah sakit.
"Yoojin, apa kau punya salinan anggaran untuk klub renang ?"
"Anggaran klub renang ? Kenapa kau memintanya Dokja ?"
"Ah.......kakak kelas dari klub renang mendatangiku pagi tadi, dia bilang mereka kehilangan catatan anggaran yang osis berikan"
"Sungguh ? Akan aku ambilkan"
Jonghyuk yang duduk di samping Dokja mengernyit tak suka saat mendengar soal kakak kelas itu, "dia tidak ada maksud lain kan ? Mungkin saja dia membohongimu. Kau itu mudah dibohongi"
"Hah ? Bisa tidak kau hilangkan prasangka burukmu itu ? Asal kau tau saja, kakak kelas yang menghampiriku pagi tadi juga merupakan kakak kelas yang sudah kau pukul. Anggap saja bantuan kecilku ini sebagai permintaan maaf kepadanya"
Balasan Dokja membuat tulisan tangan Jonghyuk terhenti, lebih tepatnya pulpen yang ia gunakan patah menjadi dua karena genggaman tangannya yang begitu kuat.
"Dokja-ya, apa kau yang akan memberikan salinan anggaran ini sendiri ?" Entah Hyunjae memiliki maksud tersembunyi atau tidak, tapi tatapan yang punya maksud tertentu itu mengarah pada Jonghyuk yang nampaknya tengah mencoba menenangkan diri.
"Hn ? Ah......karena aku mau sekalian meminta maaf karena ulah si bodoh ini, kurasa biar aku sendiri saja yang memberikannya"
"Ho hoo....berhati-hatilah Dokja--maksudku....semoga berhasil"
"Ada apa juga denganmu ?" Bingung Dokja, mungkin karena faktor dirinya yang kurang peka atau karena dirinya yang sangat sulit memahami situasi disekitarnya.
"Dia sengaja...." Yoojin tentu saja menyadarinya, mana mungkin tidak, Yoojin tau bagaimana pemikiran pemuda didekatnya itu.
"Hyunjae-ah, bisa bantu aku menghitung bagian ini ?"
"Tentu saja Sangah-ah"
Sooyoung yang sedari tadi sibuk dengan deadline pekerjaan rumah yang ia lupa kerjakan semalam malah mendapati Jonghyuk yang tengah terdiam sejak terakhir Dokja berbicara kepadanya.
"Mola bodoh, apa kau tidak butuh pulpen baru ?"
"Tidak"
"Kau tidak bisa lanjut menulis loh"
"........berikan"
"Hey !!! Kembalikan pulpen ku !!!"
Namun untuk permulaan pagi itu, tanpa ada angin dan tanpa ada hujan, satu masalah yang tentu saja bersumber dari salah satu anggota mereka datang menghampiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Anak Waras
RandomBagaimana jadinya jika ketiga tokoh utama beserta teman²nya di masing-masing cerita mereka berkumpul? Kim dokja, pemuda yang hobinya membuat orang lain khawatir dengan aksi dan ide nekatnya Han Yoojin, pemuda yang mungkin memiliki hobi yang sama den...
