Cale Sakit?! (1)

284 30 0
                                        

Cale hanya ingin bersama ibunya. Selalu bersama dengan ibunya. Setiap saat bersama ibunya. Keinginan sederhana dari Cale kecil sangatlah berharga baginya. Sang ibu, Jour Thames selalu terhibur dengan sikap lucu pangeran kecilnya ini.

"Aku mau bersama ibu selamanya. Jadi jangan pernah tinggalkan aku..."

"Ya." Jour mengelus lembut Surai sang putra yang tengah terlelap dalam pangkuannya, "ibu tidak akan pernah meninggalkan Cale."

Keluarga yang sangat bahagia. Terdiri dari ayah, ibu, dan satu putra tunggal. Selalu dipenuhi kehangatan, tawa, canda, dan kebersamaan yang tak pernah pudar.

"Mulai sekarang Violan, Bassen, dan Lily akan tinggal bersama kita, Cale. Aku tahu ini mendadak, tapi suatu hari ayah akan jelaskan kepadamu. Jadi ayah ingin kau menganggap Violan sebagai ibumu dan si kembar sebagai-

"Aku mau bersama ibu."

"Cale? Untuk sekarang, kau belum bisa bertemu dengan ibumu. Sebagai gantinya, bagaimana kalau kau bermain dengan adik-"

"Terserah. Aku akan pergi menemui ibu sekarang."

Tapi sampai kapan semua itu akan bertahan? Keluarga bahagia? Tidak ada namanya kebahagiaan jika sang ibu tidak ada disana.

"Kau mau kemana lagi?"

"Apa maksud anda? Tentu saja saya mau pergi ke nyonya Henituse yang asli. Ada masalah?"

"Anda? Cale, sejak kapan..." Deruth sadar, sejak awal semua ini tidak akan berjalan lancar. "Tidak lupakan. Kembalilah ke mansion utama sebelum larut."

"Aku tidak kembali pun juga bukan masalah anda, kan?"

Deruth sudah tahu kalau keregangan hubungan antara ia dan sang putra kecil akan terjadi. Tidak dapat terhindarkan, Deruth sangat memahami segala konsekuensinya.

Tapi, jika dia harus memenuhi dan mematuhi permintaan tulus Jour...

"Cale, dengarkan penjelasan ayah. Ibumu dan ayah hanya-"

"Ah, sudah waktunya." Cale kecil melihat jam dinding yang ada di ruang keluarga, "jangan cari saya, tuan Henituse. Saya berencana itu bermalam di mansion ibu saya hari ini."

"Cale, tunggu!"

Sejak kapan ada jarak seperti ini? Cale sudah tak ingin memikirkannya. Lagipula, prioritas utama Cale adalah kebahagiaan sang ibu.

"Cale!! Awas!!"

Kebahagiaan... sang ibu?

"HAHAHAHA!! Menjadikan tubuhmu sebagai tameng seperti ini?!! Sungguh lucu!!!"

Kapan...

Kapan terakhir kali Cale merasakan pelukan hangat sang ibu?

"Anak... ini tidak salah apapun... kalau kau ingin mengambil nyawaku... ambil saja... tapi tidak dengan nyawa putraku..."

Kapan?

Kemarin?

Seminggu yang lalu?

Sebulan yang lalu?

Atau sejak anak yang ibunya kenalkan sebagai Barrow Henituse itu datang?

Kapan?

Sejak kapan?

"Ha... kalau begitu, tusukan pisau sekali saja tidak akan membunuhmu, kan? Nyonya HENITUSE?!!"

Kumpulan Anak WarasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang