Rapat dadakan, begitulah yang Cale katakan untuk mengumpulkan semua anggota multi bencana-maksudnya anggota OSIS yang masih terpencar di seluruh wilayah akademi untuk berkumpul dalam satu ruangan, ruang osis tentu saja.
Rapat ini akan berjalan lancar, itu yang Cale pikirkan sebelumnya, setidaknya sebelum dirinya menyampaikan tujuan dirinya mengumpulkan semua anggota. Namun saat satu orang terakhir memasuki ruangan, udara disekitar mereka tiba-tiba berubah.
"Bahkan rapat dadakan ini belum dimulai..." gumam Yoojin yang berusaha menahan diri dari udara yang berubah drastis ini.
"A-aku mau pulang saja..." lirih Dokja yang mengharapkan hal tersebut, "Tapi sepertinya agak sulit."
"Aku datang kesini karena Cale yang memintanya..." tentu saja perubahan drastis ini disebabkan oleh satu orang, dia adalah orang yang terakhir kali masuk ke ruang osis, "Tapi apa-apaan dengan suasana yang seperti mau membunuhku ini? Padahal aku tidak melakukan apapun."
"Apanya yang tidak melakukan apapun? Kau bernapas saja sudah merupakan sebuah kesalahan." ucap Sooyoung blak-blakan, dirinya tidak peduli dengan ucapan yang mungkin saja menyakiti hati Kim Rooksoo.
"Hentikan, Sooyoung. Aku tahu kau kesal, tapi aku ingin kau tidak mengundang perkelahian baru hari ini. Kita cukupkan untuk masalah yang kemarin." tegur Cale, karena tujuannya mengumpulkan mereka bukan untuk memulai perkelahian yang tidak perlu.
"Kalau begitu cepat katakan, Cale-nim. Aku dan Beacrox-ssi masih ada urusan lain yang harus di kerjakan." suara itu datang dari Hans yang memilih berdiri di dekat pintu, bersiap segera pergi jika apa yang ingin tuan mudanya sampaikan telah selesai, begitu pula dengan Beacrox.
"Tenanglah, aku janji tidak akan lama."
"Kim Dokja, tetap berada di dekatku." Jonghyuk dengan kesadaran penuh meletakkan tangannya di pinggang Dokja seraya menarik dengan lembut mendekat kepadanya, "Akan berbahaya jika kau terlalu dekat dengannya."
"Heh?" Bingung Dokja, "Apa yang sebenarnya kau khawatirkan, Jonghyuk? Rooksoo tak sejahat itu untuk mendekatiku."
"..."
Memang posisi Dokja dan Rooksoo sebelumnya cukup dekat, bedanya Rooksoo memilih berdiri didekatnya sedangkan Dokja duduk di sofa berkapasitas tiga orang bersama Jonghyuk dan Sooyoung.
Bagaimana dengan Hyunjae? Oh, tentu saja dia membiarkan Yoojin berada di belakang tubuhnya, atau lebih tepat-menyembunyikan tubuh mungil Yoojin dari perhatian penuh arti Rooksoo.
"Tetap di belakangku, sayang." ucap Hyunjae yang tentu saja berhasil membuat Yoojin bergidik ngeri.
"Tidak, hyung lebih aman bersamaku." Yoohyun dengan cepat mengambil alih sang kakak dalam pelukannya, "Hyung, jika disuruh memilih antara si makhluk kuning dan si hitam brengsek untuk melindungi mu selagi aku tidak ada... aku tidak akan memilih keduanya, karena aku akan selalu melindungi dan berada disamping hyung selamanya."
"Yoohyun, sebaiknya kita fokus pada pembahasan yang ingin Cale sampaikan." Ucap Yoojin menengahi.
Kalau Choi Han? Anak itu sudah bersiap siaga dengan tongkat baseball yang entah dimana ia mendapatkannya, yang jelas tongkat itu sudah berada di tangannya saat memasuki ruangan ini. Mungkin dia membawanya dari klub olahraga. "Cale-nim, cepat katakan apa yang ingin anda katakan agar aku bisa segera mengusir hama itu dari ruangan ini." Ucapnya dengan yakin.
Helaan napas berat terdengar dari Cale yang entah bagaimana berhasil mengundang keheningan. "Ada tiga hal yang ingin aku sampaikan." Cale mengangkat ketiga jari dengan lelahnya, "Dengarkan baik-baik karena aku tidak akan mengulanginya."
Semua fokus, menunggu sang ketua osis kembali berbicara, walau nada bicara sang ketua terdengar begitu melelahkan.
"Yang pertama. Seperti biasa, setiap akhir bulan, pihak sekolah mengadakan pertemuan orang tua dengan wali kelas untuk membahas perkembangan para murid dari dua belah pihak. Aku tidak ingin menyampaikan hal ini, tapi ya... anggap saja sebagai peringatan dariku." tatapan bahkan suara Cale terdengar begitu dingin, "Pe-ri-nga-tan. Aku harap kalian sangat mengerti untuk hal ini." Apalagi ia menekankan kata peringatan dan mengulanginya dengan lebih penuh penekanan agar semua mendengar dengan jelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Anak Waras
FanfictionBagaimana jadinya jika ketiga tokoh utama beserta teman²nya di masing-masing cerita mereka berkumpul? Kim dokja, pemuda yang hobinya membuat orang lain khawatir dengan aksi dan ide nekatnya Han Yoojin, pemuda yang mungkin memiliki hobi yang sama den...
