Para sahabat tersentak dengan kehadiran ketiga sosok yang sungguh tak mereka duga. Seharusnya pertemuan mereka dengan Rooksoo tak diketahui ketiganya.
Tapi bagaimana bisa?
"... Kim Dokja?"
"Cale-nim?"
"Hyung..."
Ya, mereka adalah Dokja, Cale, dan juga Yoojin.
Kehadiran ketiganya sungguh membuat raut keterkejutan tak bisa para sahabat sembunyikan.
"Se-sejak kapan kalian datang?" Tanya Rosalyn mencoba tenang.
Cale tak menjawab, dia hanya memandangi teman-temannya dengan raut yang tentu saja tak bisa ditebak oleh mereka.
Yoojin? Dia sepertinya nampak kecewa akan sesuatu.
Dokja bagaimana? Anak ini seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi ia memalingkan wajah seakan memilih untuk diam.
Ketegangan menggantung di udara. Tak ada suara selain suara ranting serta dedaunan yang tertiup oleh angin, bahkan kicauan burung seakan enggan bersuara.
"Kalian mendengar pembicaraan kami?" Pada akhirnya Rooksoo bertanya, karena jujur dirinya sendiri tak menyangka jika ketiga orang ini akan hadir di tempat mereka.
Tak ada jawaban.
Oh astaga ...
Apa ini akhir bagi Rooksoo? Jika benar ketiganya mendengar semua pembicaraan mereka, itu berarti Rooksoo sudah tidak bisa bersama mereka-
"Emangnya apa yang kalian bicarakan?"
Terkejut. Semua pandangan mengarah ke Cale.
"Apa kalian sedang membahas hal yang penting? Kami tidak bermaksud menguping kok!! Kami baru tiba, sungguh!!" Kini pandangan mengarah ke Yoojin.
"Apa kalian ingin berdamai dan saling meminta maaf agar bisa menjadi kejutan untuk kami?" Selanjutnya pandangan mengarah pada Dokja, "Oh ... ayolah, jika kalian ingin melakukan itu sebaiknya tidak perlu seperti ini. Kalian membuat kami curiga saja."
"Curiga?" Sooyoung mengulangi. "Apa maksudmu?"
"Bagaimana kami tidak curiga jika kalian berkumpul seperti ini tanpa mengajak kami? Apalagi kalian pergi di pagi buta. Kalian orang dewasa sih tidak... tapi bagaimana dengan anak-anak? Mereka butuh lebih banyak waktu untuk beristirahat dibanding kalian." ucap Dokja panjang lebar.
Ucapan Dokja terdengar seperti orang yang berpura-pura tidak tahu. Tapi mereka harus ingat, dia adalah Dokja. Sulit untuk percaya jika anak seperti dirinya itu berbohong.
Tentu saja hal ini hanya berlaku untuk kelompok Dokja dan tidak untuk kelompok yang lain.
"Begini Dokja-ssi... kami...kami..." Sangah mencoba mencari penjelasan terbaik untuk menyakinkan ketiganya.
"Kenapa kau terlihat bingung seperti itu Sangah-ssi?"
"Eh? Ah!! Bu-bukan Dokja-"
"Benar, kami berkumpul disini untuk meminta maaf pada Rooksoo." Sela Sooyoung dengan cepat, memberi kode pada Sangah untuk mengikutinya saja. "Apa yang salah dari itu?"
Mungkin akan mudah bagi Dokja untuk percaya apapun alasan yang mereka berikan, tapi tidak dengan Cale dan Yoojin, mereka berdua selalu curiga bahkan waspada dengan gerak-gerik teman-temannya.
"Sungguh? Jadi sekarang kalian sudah berbaikan?" Tanya Dokja lagi.
"Ya..." Sooyoung melirik Jonghyuk untuk meminta bantuan, namun perhatian pemuda disebelahnya ini hanya terfokus pada Dokja. "Kau bisa menganggapnya seperti itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Anak Waras
FanfictionBagaimana jadinya jika ketiga tokoh utama beserta teman²nya di masing-masing cerita mereka berkumpul? Kim dokja, pemuda yang hobinya membuat orang lain khawatir dengan aksi dan ide nekatnya Han Yoojin, pemuda yang mungkin memiliki hobi yang sama den...
