Reuni Kawan Lama ? (1)

593 75 20
                                        

Belum memahami apa yang terjadi, Dokja hanya menuruti apa yang Jonghyuk katakan. Namun saat ia hendak melangkah pergi, dirinya tertahan oleh Kim Rook Soo yang begitu saja menggenggam tangannya.

"Eh ? Itu......Rooksoo ?"

"Kenapa kau mau menuruti apa yang dia katakan ?"

"A-apa ?"

Kedua alis Jonghyuk berkerut, timbul ketidaksukaan ? Mungkin kebencian yang nampaknya begitu besar pada kehadiran sosok asing yang berani-beraninya mencoba menyentuh Dokja. Ralat, sosok itu sudah menyentuh Dokja.

"Kim Dokja. Cepat kesini"

Secara bergantian Dokja menatap Jonghyuk dan Kim Rook Soo. Ada apa dengan pertikaian kecil yang tak Dokja pahami ini ? Padahal mereka hanya saling menatap, bukan begitu kan ?

"Sebelum aku yang kesana"

Gawat. Sepertinya bukan begitu. Dokja harus segera kesana. Harus segera kesana. Dokja paham betul dengan sikap Jonghyuk pada orang baru, tapi Dokja tidak ingin Rooksoo menjadi korban dari sikap Jonghyuk ini, mengingat dia adalah orang yang sudah membantu Yoojin dan dirinya.

"A-aku tidak begitu paham apa yang terjadi disini, tapi bisa kau lepas tanganku sekarang ?!! Jonghyuk bisa membunuhmu disini !!"

"Oh, tidak perlu khawatir. Aku bisa mengatasinya seperti biasa saat menghadapinya dulu..."

Bingung ? Panik ? Tentu saja Dokja bingung dan panik. Apa-apaan dengan udara yang mencekam dan mencekik ini ? Oh, ayolah, Dokja tidak tau apa yang terjadi.

Tapi tunggu....

"Seperti biasa ? Dulu ?" Dokja nampaknya melewatkan sesuatu. "Ka-kalian pernah bertemu ?" Hanya dugaan sementara, tapi melihat Rooksoo yang tak menjawab dan hanya tersenyum melihatnya membuat Dokja sadar akan satu hal.

"Bencana"

Dokja yakin itu. "Di-dimana kalian bertemu ?" Benar-benar bencana dan kenapa juga Dokja malah memberi pertanyaan lanjutan ? Betapa bodohnya. Seharusnya dia berhenti saja.

"Kami bertemu di Amerika. Waktu dia dan Sooyoung menjadi pelajar di salah akademi yang ada disana"

"Amerika ? Akademi ? Tunggu, kau juga pernah bertemu Sooyoung ?!" Jawaban yang tak pernah Dokja duga. "I-itu berarti......apa kau mengenal Anna ?!!" Dokja malah kembali bertanya tanpa menyadari adanya kabut hitam yang mulai muncul di sekitar Jonghyuk.

"Anna ? Maksudmu Anna Croft ? Hn, dia sahabat baikku"

"Wahh !!! Aku penasaran dengan kehidupan akademi kalian disa--"

"Kim Dokja"

Gawat. Dokja hampir melupakan sesuatu. Agar situasi ini tidak memburuk, Dokja pun mengambil pilihan. "Kita akan bertemu lagi kan ?! Aku akan mendengar ceritamu nanti" Dokja melepas tangannya yang Rooksoo genggam dan dengan cepat beranjak pergi ke samping Jonghyuk.

"Lihat, aku sudah disini, jadi tenangkan dirimu, oke ? Jangan membuat keributan di rumah sakit"

Jonghyuk mencoba menenangkan diri. Tidak, dia harus menenangkan diri. Jika tidak, Dokja mungkin akan menjauhinya. Lagi pula Dokja sudah ada disampingnya sekarang, Jonghyuk tidak perlu lagi mengibarkan bendera perang pada--

"Dengan senang hati. Aku akan menceritakan semuanya lain kali. Benar kan...... Jonghyuk ?"

Sial. Jonghyuk tarik kembali pemikiran itu. Sepertinya akan sulit bagi ia untuk tenang disaat ada makhluk asing--maksudnya Rooksoo yang mencoba mengusik Dokja dan dirinya.

"Tidak perlu" Jonghyuk menarik Dokja dalam pelukannya. "Dia tidak perlu tau"

Kenapa ? Kenapa Dokja tidak perlu mengetahuinya ? Padahal Dokja hanya ingin mengetahui kehidupan sekolah Jonghyuk dan Sooyoung saat mereka memutuskan untuk pergi--

Kumpulan Anak WarasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang