Saking terkejut dan tak menyangka nya Sooyoung dengan pemuda asing (?) yang ia tebak baru-baru ini telah bersitegang dengan Jonghyuk sampai-sampai butuh waktu lama baginya untuk tersadar berkat suara Dokja.
"Sooyoung ?"
"Eh ? Ah !!"
Dokja menatap khawatir. Sooyoung tak ingin Dokja mengkhawatirkannya disaat Dokja sendiri lebih mengkhawatirkan. Mungkin terdengar aneh tapi hal seperti itu memanglah terjadi.
"Kau !!!" Menepuk pundak Dokja tiba-tiba dengan kedua tangannya membuat si pemilik pundak sedikit membungkuk dibuatnya.
"A-apa ?" Bingung Dokja.
"Bagaimana kau bisa bertemu dengan si brensek nomor dua itu ?"
"A-apa ? Si brensek nomor dua ?" Dokja semakin bingung.
"Karena yang pertama adalah Jonghyuk" Ucap Sooyoung mutlak yang tentu saja mendapat tatapan tajam dari si pemilik nama. "Sudahlah, jawab saja pertanyaanku"
Dokja sedikit memiringkan kepalanya dengan salah satu alis yang terangkat tanda ia tak memahami alasan Sooyoung mempertanyakan pertemuan ia dengan Rooksoo, tapi tetap saja tanpa ada kecurigaan Dokja menjawab,
"Aku bertemu dengannya di perempatan lampu merah di tengah kota. Saat itu aku juga bertemu Yoojin yang aku juga tidak tau kenapa bersikap aneh dan tiba-tiba tidak sadarkan diri. Saat itulah Rooksoo datang entah darimana dan membantu kami dan sampailah kami disini. Oh, aku juga meminjam ponselnya untuk menghubungi keluarga Yoojin dan kalian" jelasnya singkat.
"Cih, aku akan menghapus nomor sialan itu"
"Apa ?"
"Bukan apa-apa" elak Sooyoung santai. "Sepertinya aku bisa paham apa yang terjadi setelahnya"
Tanpa bertanya pada Jonghyuk sekalipun, Sooyoung kurang lebih paham dengan situasi ini. Membaca masalah dengan keterlibatan Jonghyuk dan Dokja didalamnya sangat mudah bagi Sooyoung untuk menebak, seperti membuka kulit kacang.
"Tunggu dulu" Sooyoung melewatkan sesuatu. "Ta-tadi kau bilang Rooksoo ? Maksudmu Kim Rook Soo ? Dia ? Tapi dia kan--"
"Barrow Henituse. Kurang lebih Dokja sudah mengetahuinya" Sela Rooksoo dengan senyum yang menurut Sooyoung mengesalkan itu.
Menghela napas, Sooyoung sudah tidak perlu terkejut lagi mengingat Rooksoo adalah pemuda yang menurutnya begitu memiliki banyak rahasia. Jadi mungkin wajar saja jika dia memiliki satu atau dua identitas dalam hidupnya.
"Jadi kau adalah orang yang sama ya....." Dengan tenang Sooyoung kembali berbicara, "Pantas saja aku tidak begitu terkejut saat Cale menyebut namamu"
Bertemu dengan dua teman se-akademi nya dahulu, kenangan lama akan kehidupannya di Amerika kembali berputar dalam kepala Rooksoo. "Kau sama sekali tidak berubah ya...... Sooyoung"
"Hah ?" Jujur saja, Sooyoung agak kesal hanya dengan mendengar suara Rooksoo. "Lalu apa masalahmu ? Jangan sok akrab apalagi kenal denganku"
"Aku tidak ada niatan untuk akrab dengan kalian berdua. Aku hanya ada sedikit urusan dengan Dokja"
"Jangan bercanda. Kau akan merasakan akibatnya jika kau berani mendekati si bodoh ini"
Menyembunyikan (?) Dokja dengan tubuhnya yang dilihat dari manapun lebih mungil dari Dokja, Sooyoung secara tegas memberi peringatan pada Rooksoo yang sedari tadi terus memberi tatapan yang Sooyoung sendiri tak memahami maksud dari tatapan yang tampak sendu itu.
"Ya....itu tergantung dari Dokja sendiri. Kalian tidak ada hak untuk menghalangi keinginan Dokja yang ingin akrab denganku. Benarkan Dokja ?"
"Eh ? Ku-kurasa begitu ?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Anak Waras
FanfictionBagaimana jadinya jika ketiga tokoh utama beserta teman²nya di masing-masing cerita mereka berkumpul? Kim dokja, pemuda yang hobinya membuat orang lain khawatir dengan aksi dan ide nekatnya Han Yoojin, pemuda yang mungkin memiliki hobi yang sama den...
