Imajiner kemarahan masih terpampang jelas di kening Sooyoung kala mendengar ucapan Cale beberapa saat yang lalu. Hampir saja Sooyoung melempar segala benda di kamar Cale jika tidak ditahan oleh Dokja dan yang lainnya.
"Bagaimana kalau kalian semua bermalam hari ini? Kalian pasti lelah karena perjalanan jauh juga, kan?" tawar Deruth setelah amukan Sooyoung yang hampir meledak.
"...?! Apa? Tunggu, ayah-"
"Wah! Ide bagus, sayang!" Violan menyetujui ide sang suami, "kalian bisa menempati mansion yang ada di halaman depan. Aku akan meminta Ron mengurusnya."
"Ibu?! Tunggu ibu, dengarkan aku-"
"Aku akan menugaskan beberapa pelayan untuk menjaga mereka."
"Ide bagus, sampaikan itu juga pada Ron."
"Ti-tidak perlu repot-repot paman Deruth... bibi Violan. Kami hanya ingin melihat keadaan Cale lalu segera-"
"Aku akan menghubungi Persephone, Dokja." sela Violan riang, "aku yakin ibumu akan setuju!"
"Bukan seperti itu. Aku sudah janji pada ayah untuk pulang lebih awal hari ini. Aku takut ayah akan ngambek... maksudnya ayah akan marah jika aku-"
"Hades akan mengizinkan. Aku akan pastikan itu terjadi. Sangat mudah mempengaruhi pria berhati dingin itu." sela Hades dengan senyum yang entah bagaimana terlihat menyimpan niat terselubung (?), bukan dalam artian yang buruk tentu saja.
"Eh? Ah... ah... baiklah." nyerah Dokja dan mau tidak mau, Yoojin juga harus menyerah, begitupun dengan teman mereka yang lain.
Karena orang tua Cale pasti akan melakukan hal serupa agar semua orang menyetujui mereka.
"Aku akan menyampaikan pada para pelayan untuk menyiapkan makan malam spesial untuk kalian semua. Ohhiya, karena spesial, aku akan langsung turun memasak juga." lanjut Violan dengan penuh semangat, walau tak terlihat dari raut wajah yang tampak biasa saja.
"Ibu... Ayah, oi... kalian dengar aku?"
"Kalau begitu, urusan pembersihan mansion yang akan mereka tempati serahkan saja kepadaku dan para pelayan yang bertugas. Kau fokus saja dengan urusan dapur, sayang." tambah Deruth yang sama semangatnya, walau tak begitu ia perlihatkan.
"Tu-tunggu ayah... ibu... bagaimana dengan pendapat anakmu ini?" orang tuanya seakan mengabaikan pertanyaan Cale. Terbukti dengan keduanya yang segera beranjak pergi meninggalkan sang putra dalam keadaan frustasi dengan keadaan.
.
.
.
"HAHAHAHA!! aku tak menyangka orang tuamu akan selucu dan penuh semangat seperti itu, Cale!! HAHAHAHA!!" gelak Sooyoung saat mengingat kejadian menghangatkan tadi. "Kau mau tahu? Aku sudah berusaha menahan tawaku sejak tadi!! HAHAHAHA!! Uhuk! Uhuk! HAHAHAHA!!"
"Berhentilah, Sooyoung. Kau membuat Cale semakin sakit saja." tegur Rosalyn yang baru tiba karena mendengar keributan dari kamar Cale.
"Tapi menurutmu juga seperti itu, kan?! Rosalyn." ujar Sooyoung yang tengah memainkan kursi putar Cale.
"Hem... jarang-jarang sih melihat Paman dan Bibi bersemangat seperti tadi. Ah, bagiku mungkin pertama kalinya." sejenak Rosalyn memandang Cale yang tengah menerima pemeriksaan Seolhwa sebelum pandangannya mengarah ke Alberu, "apa dulu Paman Deruth dan Bibi Violan selalu seperti itu? Sejak mereka menikah, jujur, aku belum pernah melihatnya."
"Entahlah, aku juga terkejut." ada perasaan sendu yang sekuat tenaga Alberu coba sembunyikan. "Mungkin mereka hanya terlalu senang melihat teman-teman anaknya datang ke rumah ini untuk pertama kalinya bersama."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Anak Waras
FanfictionBagaimana jadinya jika ketiga tokoh utama beserta teman²nya di masing-masing cerita mereka berkumpul? Kim dokja, pemuda yang hobinya membuat orang lain khawatir dengan aksi dan ide nekatnya Han Yoojin, pemuda yang mungkin memiliki hobi yang sama den...
