Cale Mau Pindah ?!! (2)

684 104 8
                                        

Setelah membawa kabar yang mengejutkan banyak orang, si kembar menangis sejadi-jadinya. Keduanya tak ingin kakak kesayangan mereka pindah, jauh dari jangkauan mereka. Melihat keduanya menangis tentu saja memancing Lock untuk bertingkah serupa.

"Kalian bertiga !! Kumohon tenang--Choi Han-ssi ?!!!"

Bagaimana dengan Choi Han ? Sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Pemuda yang kesehariannya bisa dibilang selalu menempel pada Cale ini kini sedang menjadi patung putih dengan ruh kecil yang keluar dari mulutnya seakan mengucapkan selamat tinggal.

"Sa-saya mohon jangan menangis !!! Choi Han-ssi tolong sadarlah !!!" Panik Hans yang tak mampu mengontrol situasi, "Beacrox !!! Lakukan sesuatu !!!" Paniknya meminta pertolongan.

"Lakukan sendiri. Aku sedang berpikir" balas Beacrox yang memang tengah memikirkan maksud ucapan si kembar Henituse.

Sangah mendekat ke arah Lily, mengelus lembut Surai gadis kecil itu lalu berkata, "Apa kau bisa dengan tenang menceritakan apa yang sebenarnya terjadi ?" Pinta Sangah dengan tulus yang pada akhirnya membuat Lily tenang, mengangguk, lalu menyetujuinya.

"Hiks.....semalam, mungkin sekitar jam 11 ? Aku dan Bassen terbangun karena mendengar suara pintu yang seperti ditutup dengan keras"

Semalam, pukul 23.00, rumah besar keluarga Henituse.

Lily tersentak bangun dari tidurnya kala mendengar suara hentakan yang keras dari luar bilik tidurnya. Tak ingin berpikir negatif, Lily berniat melanjutkan tidurnya sampai...

"Lily.....apa kau terbangun ?"

"Bassen ?"

"Sepertinya bukan hanya aku yang mendengar suara itu"

"Ah....."

Awalnya Lily ingin melanjutkan tidurnya, namun dirinya yang masih setengah tersadar dibuat penasaran saat mendengar suara Bassen yang memanggilnya dari luar pintu kamar.

"Aku ingin pergi memeriksanya. Apa kau mau ikut ?"

Tawaran Bassen tidak buruk juga, lagipula Lily sudah kehilangan kantuk yang sempat membuatnya ingin kembali tertidur.

"Aku mau"

Lily pada akhirnya keluar dari kamar dan mengikuti Bassen yang sudah lebih dulu pergi turun ke lantai dasar rumah mereka.

"Bassen, kenapa kau berhenti disi--"

"Shitt....kita bisa ketahuan kalau lagi menguping" Peringat Bassen pada Lily agar tidak bersuara.

Bassen seperti memperhatikan sesuatu, pandangan yang seakan tak lepas dari ruang keluarga itu membuat Lily yang juga penasaran ikut memperhatikan.

"Ayah dan ibu ?" Gumam Lily saat pandangannya pertama kali menangkap kehadiran keduanya, "sepertinya topik pembicaraan mereka tidak terdengar baik. Apa perlu kita menguping seperti ini ?" Ucapnya ragu.

"Apa suara bantingan pintu yang keras itu karena mereka berdua ?" Bassen mulai berhipotesis, "karena aneh saja jam segini mereka masih di ruang keluarga. Oh, apa mereka berdua bertengkar ?"

"Apa bagus mencurigai orang tua kita seperti itu ? Kau bodoh ya ?" Lily heran dengan alur pemikiran saudara kembarnya ini. Hubungan orang tua mereka yang begitu harmonis malah dikatakan lagi bertengkar ? Kalau dia dan Bassen sih mungkin saja.

"Kalau begitu, bagaimana kau bisa menjelaskan suara pintu yang keras--"

"Apa Cale akan setuju ?"

Kumpulan Anak WarasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang