Lebih Satu Identitas (2)

576 78 10
                                        

Apa yang Dokja ingat dari panti asuhan ? Jika ditanya seperti itu, tidak banyak yang Dokja ingat. Lebih tepatnya tak ingin Dokja ingat. Tidak ada hal penting yang Dokja perlu ingat. Terlebih ingatan yang benar-benar menghancurkan kehidupan masa kecilnya.

Ingatan yang buruk. Jadi sudah sepantasnya Dokja melupakan semua ingatan itu.

"Tidak" Suara yang begitu dingin terdengar. "Aku tidak mengingat apapun selain diriku yang diambil lalu dikembalikan lagi ke tempat itu"

Dariapa yang Kim Rook Soo dengar, Dokja benar-benar tak ingin membahasnya. Atau mungkinkah Dokja memang tak mengingat apapun ? Jika memang seperti itu, Kim Rook Soo akan berhenti.

"Bukan, bukan itu"

Tapi tujuan Kim Rook Soo bukan untuk mengingatkan Dokja akan kenangan buruknya dahulu, tapi suatu kenangan yang lain....

"Bukan itu yang aku harapkan untuk kau ingat" Walau hanya ada kemungkinan kecil, Kim Rook Soo berharap masih ada sebutir kenangan manis masa lampau yang terkubur jauh diantara ingatan pahit.

"Lalu apa ? Tidak ada hal lain selain itu yang kuingat" suasana hati Dokja saat ini tak begitu baik. Kim Rook Soo sadar itu. Tapi sekali lagi, Kim Rook Soo hanya ingin mengetahui satu hal. Satu kenangan saja.

"Seseorang yang dulunya kau anggap seperti saudara" Pada akhirnya Kim Rook Soo memberi sedikit petunjuk akan ingatan manis yang terkubur.

"Seperti saudara ?"

Entah apa yang ada dalam pikiran Kim Rook Soo. Apa segitu perlunya ia menggali masa lalu Dokja ? Ingatan Dokja ? Memastikan apa Dokja benar-benar melupakan kenangan masa lalu ? Apa keuntungan yang ia dapat dari melakukan hal itu ?

"Hm........" Jika diingat kembali, Dokja memang memiliki seseorang yang dulunya ia anggap keluarga. Tunggu, apa sejak awal Dokja memang memiliki sosok seperti itu ?

~~~

"Dengar Dokja sayang. Bukan kau yang melakukannya. Ini semua salahku. Jadi ibu ingin kau melupakan semuanya. Mengerti ?"

~~~

Apa sang ibu Lee Sookyung ? Ini adalah fakta. Lee Sookyung memang sosok yang dulunya Dokja anggap sebagai keluarga. Sosok yang sangat berharga. Namun disaat bersamaan, ada juga kebencian menyertainya.

~~~

"Dokja, anak kami yang berharga. Kami akan melakukan apapun demi dirimu. Bukan hanya karena janji kami kepada Sookyung, tapi janji kami sebagai orang tua mu"

"Walau kami bukan orang tua kandungmu, aku dan Persephone akan berusaha yang terbaik agar kau bisa menjadi anak yang paling bahagia di dunia ini"

~~~

Apakah Hades dan Persephone ? Tidak perlu dijelaskan lagi. Baik dulu ataupun sekarang, mereka berdua adalah sosok yang akan selalu Dokja anggap sebagai keluarganya.

~~~

"Dokja, apa kau ingin bermain petak umpet bersama anak-anak lain ?"

"Sungguh ?!! Tentu saja !!! Sudah lama kami tidak bermain bersamamu !!"

~~~

Apa dia ? Apa dia termasuk orang yang dulunya Dokja anggap sebagai keluarga ?

~~~

"Apa ? Apa aku terlalu sibuk membantu ibu panti di dapur sampai tidak ada waktu untuk bermain bersama kalian ?"

~~~

Siapa dia ? Terasa begitu akrab. Kenapa Dokja tidak bisa mengingat apapun tentang dirinya ? Bukan, Dokja bukan tidak bisa mengingatnya...

~~~

Kumpulan Anak WarasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang