Hari Pertemuan Orang Tua (1)

301 30 1
                                        

Waktu berlalu dan banyak hal random yang terjadi sejak bergabungnya Rooksoo di akademi dan osis. Dikatakan hal random sih boleh saja, tapi bagaimana jika salah satu dari sekian banyaknya hal random yang terjadi malah terbawa sampai hari pertemuan orang tua?

"Akan kubunuh."

"Sayang?"

['Hades' Ayah angkat Kim Dokja 'CEO perusahaan (?) hanya kerja sampingan' tipe ayah yang akan melakukan segalanya demi putra tercinta.]
"Akan aku bunuh orang yang berani merusak kepolosan putra kecilku. Ada dimana orang itu? Akan kubunuh. Akan kubunuh. Akan kubunuh."

['Persephone' Ibu angkat Kim Dokja 'Mantan arktis hanya alasan' tipe ibu yang seolah hidup hanya demi putranya.]
"Sayang, bukannya Uriel-ssi bilang kalau anggota osis sudah mengurusnya?"

"Aku tidak akan membiarkan orang seperti itu berkeliaran di sekitar putraku? Mau aku tuntut akademi ini, hah?"

['Archangel Uriel' Wali kelas 2A 'Guru Sejarah' Ketua klub fanatik Kim Dokja adalah kerja sampingannya]
"Tu-tuan Hades, mana mungkin salah satu pendiri akademi malah menuntut akademi nya sendiri."

"... kau benar juga. Kalau begitu, Persephone, kau saja yang menuntut."

"Mana bisa seperti itu."

"Appa... Eomma... Uriel-ssi belum selesai berbicara, jadi apakah kalian berdua bisa tenang?" Pinta Dokja dan keduanya tentu saja langsung menurut tanpa mengatakan apapun lagi.

"Dokja-ya hebat!! Aku akan memasukkannya kedalam buku tindakan Dokja setelah kegiatan hari ini selesai!!" Girang Uriel dalam hati.

"Uriel-ssi?"

"Ah! Iya?!!"

"Ma-maaf... silahkan dilanjutkan."

"Eh?" Apa isi hatinya terlihat begitu jelas? Begitulah pikir Uriel sebelum kembali tenang dan bersikap layaknya seorang guru profesional. "Baiklah... kalian berdua tidak perlu mengkhawatirkan sikap, kegiatan, dan nilai Dokja-ya selama berada di akademi. Semuanya baik-baik saja, jadi kalian berdua bisa tenang. Dokja-ya benar-benar anak kebanggaan kalian." Uriel dengan senyum cerah menyampaikan hal tersebut, karena jujur saja dirinya juga ikut senang melihat perkembangan Dokja di akademi ini.

Ya...

Perkembangan yang membahagiakan sejak terakhir kali Uriel melihat Dokja di pemakaman Lee Sookyung hari itu.

"Tentu saja, bahkan jika anakku mendapat sikap, kegiatan, dan nilai terburuk pun, dia akan tetap menjadi anak kebanggaanku. Dan soal kami bisa tenang atau tidak..." Wajah Hades menggelap, di sebelah Hades, sang anak dan sang istri tercinta sudah menghela napas, entah sudah keberapa kalinya.

"Mana mungkin kami bisa tenang? Beritahu cepat dimana alamat rumah si brengsek itu? Akan kutuntut dia."

"Appa..."

"Sayang..."

"Hanya bercanda." Hades dengan lembut mengelus kepala putranya, "Aku dan Persephone benar-benar sangat bangga dan senang memiliki putra sepertimu. Jadi apapun yang mengganggumu, jangan sungkan menceritakannya pada kami, ya?"

Perasaan hangat dan nyaman menyelimuti Dokja, kasih sayang dan perhatian yang diberikan oleh orang-orang sekitarnya... terutama Hades dan Persephone bukanlah hal palsu.

Setidaknya...

"Hn, akan aku ingat baik-baik. Appa... Eomma... terima kasih."

"Hm!! Itulah Dokja kami."

"Apa semua sudah selesai untuk Putra kami, Uriel-ssi?"

"Ya, tuan Hades. Apa anda mau melakukannya seperti biasa?"

Kumpulan Anak WarasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang