Perseteruan Yang Berlanjut (2)

514 70 9
                                        

Di hari berikutnya, hari berikutnya, hari berikutnya, hari setelahnya, hari setelahnya, dan entah sudah hari kesekian harinya. Cale, Dokja, dan Yoojin terus melakukan hal yang sama.

Menghindari teman-teman mereka.

Lebih tepatnya, Cale yang menyeret keduanya untuk tetap menjauhkan diri dari mereka. Bahkan dirumah sendiri, Cale meminta keduanya untuk tetap menjauh dan bersikap acuh kepada mereka.

"A-aku tidak bisa Cale....." Ini yang Yoojin katakan dua jam yang lalu, namun Cale tentu saja menolaknya.

"Topeng mereka.......terutama topeng milik adikmu itu terlalu tebal. Jangan mudah tertipu"

"Cale, ucapanmu tadi sepertinya terlalu kejam. Tapi entah mengapa aku rasa kau ada benarnya"

Jujur, Yoojin sudah tak tega melihat Yoohyun dan yang lain bersedih setiap mereka pulang kerumah. Hati kecil Yoojin tak mampu melihat kesedihan mereka.

"Kesampingkan Jonghyuk dan Sooyoung, aku tidak tega terus menjauh dari anak-anak" ucap Dokja dua puluh menit setelah Yoojin mengatakan hal serupa.

"Anak-anak yang kau maksud itu Gilyoung dan Yoosung kan ? Mereka bukan anak-anak lagi. Cepat atau lambat, mereka harus belajar untuk tidak selalu menempel padamu" Dan tentu saja tanggapan Cale tak jauh berbeda.

"Kau tidak kasian pada si kembar Henituse ? Choi Han dan Lock ? Kau tidak mungkin tidak bertemu mereka saat dirumah kan ?"

"Rumahku bukan hanya itu Dokja. Kau sendiri tau itu. Lagipula rumah utamaku tidak sekecil itu sampai aku harus pusing mencari tempat pengasingan"

".............ka-kau benar juga. Aku dan Hyunsung saja pernah tersesat, padahal kami hanya ingin mencari kamar mandi" Dokja mengingat dengan jelas kemalangan ia dan Hyunsung saat berkunjung ke rumah Cale terakhir kali.

"Benarkah ? Aku baru mendengarnya. Padahal kamar mandi di rumah kami tidak sejauh itu"

".............aku tidak bisa memahami pemikiran tuan muda kita"

"Do-Dokja..... sebaiknya kau hentikan saja"

Percakapan yang sia-sia, mau tidak mau Yoojin dan Dokja mengikuti rencana Cale saja. Keduanya bahkan Cale sendiri sadar yang mereka lakukan hanya akan menimbulkan masalah baru, akan tetapi tidak ada cara lain yang bisa mereka lakukan untuk saat ini.

"Oh, bekal apa yang kau bawa hari ini Dokja ? Apa bibi Persephone menyiapkan sesuatu yang baru lagi ?" Yoojin memecah keheningan yang sempat menyerang.

"Untuk saat ini tidak. Ibu harus menemani ayah pergi keluar kota hari ini, jadi dia tidak sempat menyiapkan menu baru"

"Akhir-akhir ini paman Hades lebih sering keluar kota ya ? Sepertinya aku bisa menebak alasan bibi Persephone menemani ayahmu keluar kota kali ini"

"Apa maksudmu ?"

"Tidak. Lupakan saja. Tetaplah seperti itu Dokja"

Bingung, Dokja memutuskan untuk mengabaikan ucapan Yoojin. Mengeluarkan kotak bekalnya, Dokja menyodorkan sekotak bekal lain yang ia bawa kepada Cale, "ini dari ibuku !!" ucapnya riang.

"Kenapa ?" Bingung Cale, "Aku tidak ingat pernah meminta bibi Persephone membuatkan ku bekal juga" walau bingung dan sedikit enggan, Cale tetap menerima kotak bekal pemberian Dokja.

"Ibumu bilang pagi ini kalau kau menolak makan bersama bahkan kotak bekal yang ibumu siapkan hari ini tidak kau bawa dan meminta siapapun untuk tidak membawakannya, jadi--"

"Tunggu, ibuku menghubungimu ?"

"Tidak, bibi Violan menghubungi ibuku. Aku hanya kebetulan mendengarnya saat menuju ruang makan"

Kumpulan Anak WarasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang