Pagi hari di taman kota, pancuran air yang berada tepat di tengah taman menjadi ikonik tempat tersebut. Banyak jalan di taman itu, semua akan kembali pada air mancur indah yang menjadi titik pertemuan setiap jalan.
Ada rumor aneh yang beredar, air mancur di taman ini akan mengabulkan segala permintaan jika permintaan tersebut adalah permintaan tulus dari hati.
Bukan seperti melempar koin atau barang berharga lalu membuat permohonan, hanya sekedar berdiri memandang pancuran air dan mengucapkan permintaan tulus itu.
"Aku hanya berharap...... Semua akan baik-baik saja mulai sekarang"
Rooksoo..... saat ini berdiri tepat dihadapan pancuran air itu. Untuk sesaat Rooksoo berpikir, sembari membuat permintaan yang tanpa sadar keluar dalam suara kecilnya.
Apa yang dia lakukan sejak awal sudah benar ?'
Pemikiran seperti itu yang selalu mengganggunya. Bukan karena Rooksoo menyesal kembali masuk ke dalam kehidupan mereka, tapi Rooksoo takut jika kehadirannya akan kembali melukai mereka.
"Yoojin...." Gambaran anak kecil yang datang menghiburnya saat bersedih di bawah pohon rimbung di sebuah taman muncul kala menyebut nama ini.
"Dokja...." Nama ini ? Hanya gambaran anak kecil yang tengah bermain bersama dengan anak lainnya di sebuah tempat yang dulunya ia sebut sebagai rumah.
"Cale....." Bagaimana dengan nama ini ? Entah...... Rooksoo tak ingin mengingat bagian ini. Sungguh menyakitkan melihat seorang anak kecil yang hanya terdiam memandangi jendela kaca dengan pandangan kosong.
"Kenapa kalian bertiga...... harus menderita karena diriku ?"
"Menurutmu, kenapa mereka menderita karena dirimu ? Sudah jelas jawabannya ada pada dirimu sendiri"
Rooksoo berbalik, mendapati Alberu yang datang seorang diri ke hadapannya, "Aku akan senang jika kau bisa berbicara sedikit lembut kepadaku"
"Untuk apa ? Dirimu adalah anak dari orang itu. Jadi untuk apa aku harus berbicara seperti yang paman Deruth atau bibi Violan lakukan ? Apa aku salah ?"
Situasi menegangkan sempat terselimuti, tapi Rooksoo dengan tenang kembali berucap, "Tidak. Kau tidak salah" ucapnya seakan-akan apa yang dikatakan Alberu seperti makanan sehari-hari baginya.
"Aku tidak pernah ingat bahwa kau harus datang sendiri. Apa aku menuliskan hal itu tanpa sadar ?"
"Tidak. Dalam suratmu kau meminta kami semua untuk datang ke taman ini"
Rooksoo diam mengamati, ".........oh, kau tidak menyampaikan semua isi surat itu ? Ditambah kau mengubah waktu kedatangan yang aku berikan ?"
Alberu tak menyangkalnya, sehingga dugaan Rooksoo terjadi seperti yang terjadi sekarang, "Daripada mempermasalahkan itu, aku ingin bertanya beberapa hal padamu"
Tatapan Rooksoo mendingin, "Silahkan. Aku akan menjawab semampuku"
Sejenak Alberu terdiam, lagipula ada alasan tertentu kenapa dirinya melakukan semua ini, "Apa rencanamu ?" Pertanyaan pertama yang tentu saja akan Alberu berikan.
"Membunuh orang itu"
Jawaban yang singkat dan begitu tak berperasaan, sempat membuat Alberu tertegun menahan nafas.
"Kau pasti tau apa yang akan terjadi kepadamu setelah membunuh orang itu kan ?"
"Aku sudah siap menerima semuanya. Pergi dari Dunia ini juga tidak buruk"
"Bodoh. Bagaimana mereka bertiga ? Apa kau pikir kau bisa melindungi mereka hanya dengan keputusan bodoh itu ?"
"Kalian ada untuk melindungi mereka. Peranku hanya sebatas teman masa lalu yang mereka lupakan"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Anak Waras
FanfictionBagaimana jadinya jika ketiga tokoh utama beserta teman²nya di masing-masing cerita mereka berkumpul? Kim dokja, pemuda yang hobinya membuat orang lain khawatir dengan aksi dan ide nekatnya Han Yoojin, pemuda yang mungkin memiliki hobi yang sama den...
