Siang hari di kantin gedung kelas dua, nampak sebagian besar anggota osis hadir di kantin tersebut. Pemandangan seperti ini bukanlah hal yang langkah bagi murid lainnya, mengingat anggota osis memang sering pergi berkelompok. Lebih tepatnya mengelilingi ketiga orang utama yang hari ini tak terlihat bersama mereka.
"Aku rindu Dokja-ssi........aku sudah tidak tahan lagi........pertemukan aku dengan Dokja-ssi......" Sedih Hyunsung yang menjadikan meja sebagai sandaran kesedihannya.
"Hyunsung ayolah, kumohon bersikaplah seperti badanmu yang besar ini" ucap Heewon sembari mengelus pundak belakang kekasihnya itu. "Gilyoung dan Yoosung saja terlihat lebih kuat dibanding dirimu. Benarkan Sangah--oh, sepertinya mereka sudah mencapai batas"
"Hahahaha........mereka sudah seperti ini sejak pagi" ucap Sangah yang sedari tadi menenangkan kedua anak kecil dalam pelukannya.
"Apa Dokja-oppa membenci kami ?"
"Apa Dokja-hyung sudah tak mau bersama kami ?"
"Ti-tidak, aku ingin kalian tidak berpikir seperti itu. Dokja tidak akan membenci atau tidak mau bersama kalian. Hanya saja, untuk beberapa alasan.....Dokja terpaksa menjauhkan diri dari kalian. Bukan berarti Dokja seperti yang kalian pikirkan" Hibur Sangah pada kedua anak yang nampaknya tak merasa terhibur dengan ucapannya.
Sangah sendiri kurang lebih sudah mendengar penjelasan masalah kali ini dari kepala sekolah saat dirinya dan Alberu datang membawa beberapa berkas lama ke ruangannya. Kepala sekolah meminta keduanya menutup mulut untuk sementara, setidaknya sampai situasi ini sedikit mereda.
"Tapi situasi ini mendesak ku untuk segera memberi tau mereka pak Taewon...." Gumam lelah Sangah, namun ia paham alasan pak Taewon meminta hal tersebut.
Pandangan Sangah beralih pada Alberu yang juga nampak menenangkan si kembar Henituse, Lock, dan juga Choi Han. Sepertinya situasi Alberu tidak jauh berbeda dengannya karena Alberu harus menenangkan tiga anak kecil dan satu orang dewasa.
"Aku akan menantangnya....Aku akan menantangnya.....Aku akan menantangnya.....Aku akan menantangnya.....Aku akan menantangnya.....Aku akan menantangnya....."
"Hentikan Choi Han, kau membuat telingaku sakit" ucap Alberu yang baru saja meng-geplak kepala pemuda itu.
"Orang itu benar-benar membuat hyung menjauh dari kita !!! Huueee !!!"
"Bahkan di rumah, oppa tidak mau bersama kita !!! Huueee !!!"
"Cale-hyung...........Cale-hyung................Cale-hyung..........Cale-hyung.........Cale-hyung........"
Alberu tak bisa mengharapkan bantuan Rosalyn, karena gadis itu tengah membantu Myeongwoo menenangkan dua orang, dimana dua orang itu malah bersitegang untuk memenangkan perhatian Yoojin.
"Pro-gamers bodoh sepertimu mending duduk didalam kamar saja. Biar aku yang membawa hyung kembali seorang diri" ucap tak senang Yoohyun pada Noah.
"Koki sialan sepertimu mending masak di dapur saja. Biar aku yang membawa Yoojin-hyung kembali seorang diri" begitupun sebaliknya.
"Mending kau pergi saja bersama kakak perempuan sialan mu itu"
"Ho......mending kau menjauh dari kakakmu agar dia bisa menjadi kakakku"
"Kau pikir aku bodoh ?"
"Kupikir kau memang bodoh"
"Hah ?!!"
"Apa ? Mau berkelahi ? Ayo !"
"Ayo saja brengsek, siapa takut"
"Aku tidak pernah bilang kalau aku takut"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Anak Waras
Fiksi PenggemarBagaimana jadinya jika ketiga tokoh utama beserta teman²nya di masing-masing cerita mereka berkumpul? Kim dokja, pemuda yang hobinya membuat orang lain khawatir dengan aksi dan ide nekatnya Han Yoojin, pemuda yang mungkin memiliki hobi yang sama den...
