Rooksoo belum mengatakan apapun setelahnya, namun pandangan Choi Han terhadap dirinya tidaklah berubah. Padahal Choi Han sudah tahu apa yang akan Rooksoo katakan, tapi tetap saja amarah yang sempat tertahankan sudah mulai mengganggunya.
"Untuk hari ini tenangkan dirimu Choi Han. Mungkin hanya perkiraanku, tapi jika Rooksoo sudah berbicara..... aku ingin kau segera menahan Rosalyn" Bisik Alberu pada Choi Han yang berusaha menenangkan diri.
"Aku senang kau ada disini Alberu"
"Cepat saja katakan"
Rosalyn memperhatikan interaksi aneh antara ketiganya, membuat Rosalyn curiga jika Choi Han dan Alberu sudah mengetahui arah pembicaraan ini.
"Dari sikap kalian, sepertinya apa yang akan Rooksoo katakan bisa membuat kami seperti Yoohyun kan ?" Rosalyn mengelus si kembar yang sedari tadi bersembunyi di belakangnya, "Jadi cepatlah, aku akan menahan diri demi si kembar"
Pandangan Rosalyn mengarah pada Alberu, lalu pada Lock yang berada di dekatnya, "Lock, apapun yang kau dengar..... jangan mengamuk ya ?"
Lock tersentak, ia tak memahami ucapan Rosalyn, walau dirinya ingin bertanya, Lock tetap saja mengangguk sebagai jawaban, "Apa yang ingin kakak itu katakan....." Pikir Lock yang juga ikut bersembunyi di belakang Rosalyn.
"Lock ?"
Tak mengatakan apapun, Lock hanya tertunduk menarik lengan baju Rosalyn untuk menenangkan diri. Melihat reaksi Lock, sepertinya anak ini sedikit membenci Rooksoo, begitu pula dengan si kembar.
"Hans dan Beacrox, kalian juga. Jangan melakukan apapun dan tetap diam mendengarkan"
"........"
Disisi lain, Hans dan Beacrox yang terpaksa datang karena permintaan anak-anak juga siap mendengarkan. Jujur, keduanya sungguh tak ingin bertemu dengan Rooksoo untuk sekarang, itulah mengapa mereka selalu beralasan sibuk dengan pekerjaan rumah.
"Seharusnya itu tugasmu kan Alberu-hyung ?"
Alis Alberu mengkerut, "Sudah kubilang, jangan panggil aku dengan hyung" gumamnya tak senang, "Cepat katakan, mereka semua tak mungkin mau menunggu lama"
Rooksoo tertawa kecil, lucu baginya jika sedikit mengganggu Alberu yang selalu saja nampak serius, "Baiklah, Alberu-hyung memang susah di ajak bercanda ya"
"Rooksoo !! Aku sudah bilang-"
"Seorang wanita cantik dari keluarga sederhana di pelosok desa, dia adalah Jour Thames. Menikahi seorang tuan muda sekaligus pewaris sah keluarga Henituse, Deruth Henituse. Seperti sebuah kisah dalam dongeng, keduanya dipersatukan oleh cinta. Hal seperti ini tidak perlu aku jelaskan kan ?"
Kisah cinta yang cukup menarik, tapi bukan ini yang ingin mereka dengar. Mungkin lain kali, mereka ingin mendengar kisah ini dari Cale sendiri, walau mungkin akan sulit.
"Nyonya Henituse pertama.....Jour Henituse, sangat menyukai salah satu mansion cabang milik keluarga Henituse"
Angin berhembus, tak terdengar satupun suara ataupun orang-orang yang biasanya sudah hadir di taman ini. Tidak ada selain mereka, seakan semua ini ikut menyampaikan tujuan pembicaraan Rooksoo saat ini.
"Daripada berada di mansion utama, Nyonya Jour lebih sering berkunjung ke mansion itu. Taman bunga yang indah, kolam yang penuh dengan berbagai jenis ikan, perpustakaan yang penuh dengan buku, ketenangan yang membuatnya nyaman, dan....."
Rooksoo teringat senyum itu, senyum dari seorang wanita berambut merah yang menyebut dirinya sendiri sebagai ibu. Suara yang begitu lembut, ditujukan kepada dua anak yang tengah merebahkan diri di bawah pohon rindang kala itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Anak Waras
Fiksi PenggemarBagaimana jadinya jika ketiga tokoh utama beserta teman²nya di masing-masing cerita mereka berkumpul? Kim dokja, pemuda yang hobinya membuat orang lain khawatir dengan aksi dan ide nekatnya Han Yoojin, pemuda yang mungkin memiliki hobi yang sama den...
