Tubuh lemah ini...
Cale sendiri tak mengharapkannya.
Jika ada yang bertanya siapa manusia yang paling lemah di dunia ini, mungkin Cale akan menjawab bahwa manusia itu adalah dirinya dengan bangga.
"Apa Jour... akan membawamu pergi juga jika aku tak mampu menjaga dan melindungimu?"
Cale sangat menyadari kalau tubuhnya begitu lemah dan rentang terserang penyakit. Apalagi kondisi tubuhnya bisa dikatakan semakin memburuk sejak kejadian waktu itu.
Saat ia kehilangan sang ibunda.
Bukan berarti Cale memiliki penyakit berbahaya atau penyakit yang tak dapat disembuhkan. Tubuhnya saja yang memang tak bisa beradaptasi dengan cepat pada perubahan lingkungan sekitarnya.
Namun bagi keluarganya, terutama bagi Deruth, Cale yang tiba-tiba tumbang seperti ini sangatlah mengkhawatirkan.
"Kumohon, Jour... jangan kau bawa putra kita juga. Sudah cukup dirimu yang pergi..."
Deruth sama sekali tak menyalahkan Jour akan kondisi tubuh Cale yang sekarang. Justru ia bersyukur karena Jour menitipkan putra yang luar biasa seperti Cale kepadanya.
Andai kata...
"Ini pasti juga salahku... seandainya aku datang lebih awal..."
Andai kata...
"Ayah... tidak ingin kehilangan orang berharga untuk yang kedua kalinya. Jadi ayah mohon... ayah sangat memohon pada Tuhan..."
"Ayah..."
"Jangan rebut putraku."
Ah...
Kalimat seperti ini yang selalu Cale dengar ketika dirinya jatuh sakit. Tangan gemetar penuh ketakutan sang ayah saat menggenggam tangan putranya.
"Tidak bisakah ayah yang menggantikan mu?"
Dan suara keputusasaan yang terdengar begitu dalam.
"Ayah!"
Deruth tersentak, "a-apa, Cale? Tunggu, kau jangan berteriak seperti itu! Ka-kau lagi sakit, kan?!" panik Deruth.
"Itu karena ayah selalu bersikap seperti ini saat aku sakit." balas Cale yang tengah mendudukkan dirinya dengan susah payah, tentu saja Deruth dengan sigap membantu putranya itu.
"Aku hanya demam biasa. Bukan berarti aku akan mati begitu saja."
Raut syok, pucat, dan frustasi Deruth bercampur jadi satu kala mendengar ucapan Cale. "N-nak... ayah mohon jangan mengatakan hal menakutkan seperti itu."
"Sudah kubilang, ini hanya demam, aku tidak akan mati hanya karena ini."
"Tidak. Sesuatu seperti itu bisa saja terjadi jika itu kau, putraku."
"Tenanglah, ayah... aku baik-baik saja."
"Ta-tapi demam-"
"Biasanya seperti itu, kan? Kumohon tenanglah... demam ini akan sembuh." Cale memijat keningnya, "justru aku rasa kondisiku ini semakin buruk karena ayah terus saja berpikiran negatif."
"Ma-maafkan ayah..." sesal Deruth.
Putranya memang benar, ia selalu saja memikirkan hal-hal yang negatif. Deruth tidak boleh berpikir bahwa putranya ini lemah. Ya, putranya Cale akan baik-baik saja. Cale hanya butuh istirahat yang cu-
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"
"Cale!!!"
"Aku hanya batuk, ayah..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Anak Waras
Fiksi PenggemarBagaimana jadinya jika ketiga tokoh utama beserta teman²nya di masing-masing cerita mereka berkumpul? Kim dokja, pemuda yang hobinya membuat orang lain khawatir dengan aksi dan ide nekatnya Han Yoojin, pemuda yang mungkin memiliki hobi yang sama den...
