Akhirnya ditemukan (1)

964 130 14
                                        

Tempat pijakan yang kini ditempati ketiga sahabat ini telah dijajah oleh serbuan air yang semakin meninggi. Jika mereka tidak naik kesini, mungkin air itu telah mencapai dada mereka.

"Kalian berdua tetaplah di pundakku ya..." Ucap Cale pada kedua kucing yang masing-masing berada di kanan serta kiri pundaknya.

"Berapa lama lagi kita bisa bertahan ?! Aku belum siap meninggalkan anak-anak !!"

"Dokja, sudah kubilang tenanglah !!!"

Air sudah hampir mencapai lutut mereka, kalau mereka masih berada di tempat sebelumnya, mungkin air ini sudah mencapai pinggang atau dada mereka.

"Karena lebar lubang ini kecil dan cukup dalam, kita yang berada di titik paling bawah tidak akan bertahan lama lag--"

"Ada apa Cale ? Kau baik-baik saja ?"

"A aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir" jawaban Cale seperti inilah yang membuat Yoojin semakin mengkhawatirkannya.

"Apa-apaan tadi itu ? Jangan disaat seperti ini dong !!" Batin Cale menggerutu.

Jika Cale boleh jujur, sejak pagi tubuhnya sudah terasa tak enak, apa dia ketularan Lock ya ? Tidak, bukan Lock masalahnya, dia sendirilah masalahnya. Sekarang Cale sadar mengapa orang tua, pelayan, semua orang yang ada di rumah tidak membiarkan Cale beraktifitas berlebih, apalagi di luar rumah.

"Dasar diriku, bertahanlah sedikit lagi, mereka berdua bisa tambah panik jika aku...."

Pandangannya juga tadi sempat kabur lalu menghitam, pusing kepala masih ia rasakan, nafasnya terasa mulai tak beraturan, suhu badan ? Sepertinya agak naik.

"Astaga....."

Gejala demam ? Disaat seperti ini ? Oh ayolah, kenapa harus sekarang ? Kenapa bukan saat Cale ingin membolos kelas saja ? Atau saat dia ingin beristirahat di uks agar Rosalyn tidak menyeretnya dengan paksa untuk masuk ke kelas ?

"Cale !!! Apa-apaan dengan suhu badanmu ini ?!!" Kehebohan dokja membuat kekhawatiran Yoojin tepat sasaran.

"Kau demam Cale ?! Astaga !! Kita harus bagaimana ?!! Kau tidak bisa--"

"Tenanglah Yoojin, dokja, aku baik-baik saja, yang seperti ini sudah biasa" sela Cale menenangkan kepanikan kedua sahabatnya.

"Sudah biasa ?" Gumam Yoojin mengulangi. Sudah biasa ? Apa berarti Cale sering demam seperti ini ? Atau mungkin lebih parah ? Seberapa parah ? Itu tidak mengancam nyawanya kan ?

"Yoojin"

Bukan tanpa alasan Yoojin berpikiran seperti itu, apapun yang berhubungan dengan nyawa seseorang, semua itu akan memicu ingatan masa lalu Yoojin yang ingin ia lupakan.

"Yoojin !!"

Panggilan dokja berhasil menarik Yoojin yang terlarut dalam pemikirannya.

"Eh ? Ah, maaf--Cale ?!! Kenapa ? Ada apa dengannya ?"

Yoojin terkejut saat mendapati dokja sudah mengangkat Cale yang tak sadarkan diri di belakang tubuhnya.

"Aku tidak tau apa yang kau pikirkan, tapi sekarang kondisi Cale memburuk, jadi--oh, bisa kau ambil kedua kucing ini ?"

"Eh ? Iya !" Yoojin ingin mengambil alih kedua kucing yang nampaknya tak ingin menjauh dari Cale, "kalian denganku dulu ya, jangan khawatir, Cale hanya istirahat"

Seakan paham dengan apa yang Yoojin katakan, kedua kucing itu melompat sendiri ke Yoojin, untung saja Yoojin segera menangkap mereka.

"Kita harus bagaimana sekarang...." Dokja melihat ke atas begitupun dengan Yoojin.

Kumpulan Anak WarasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang