Beberapa saat setelah orang tua Dokja dan Sooyoung meninggalkan ruang kelas, keluarga Yoojin yang kini masuk menggantikan mereka, dan dibilang cukup damai pun tidak juga.
"Be-begini t-t-tuan... maksud saya kepala sekolah... tidak, tidak, tidak, maksud saya...tuan-tuan... begini..."
Terbukti bagaimana raut tegang Uriel saat berusaha menyampaikan apa yang seharusnya disampaikan kepada wali murid dihadapannya. Namun entah karena takut, ragu, atau mungkin keduanya, ucapan Uriel seolah tersekat di tenggorokan.
['Song Taewon' Wali tetap Yoojin dan Yoohyun 'Kepala sekolah Akademi Holy Trinity' tipe orang tua yang tegas tapi sayang pada keluarga ]
"Uriel-ssi, kenapa belum dimulai?"
Sebagai kepala sekolah, Taewon adalah sosok yang sangat dihormati namun juga ditakuti. Tapi kata ditakuti hanya berlaku pada beberapa orang di akademi ini saja.
Salah satunya adalah Uriel. Dia tidak sanggup berhadapan sendiri dengan orang menakutkan seperti Taewon. Kecuali ada yang ia temani saat harus berhadapan dengannya.
Helaan napas Taewon sukses membuat Uriel semakin menegang. "Uriel-ssi, tolong tenanglah sedikit. Hari ini aku adalah wali Yoojin. Jadi bersikaplah sebagai wali kelas di hadapanku sekarang."
"A-a-akan saya lakukan pak, maksud saya tuan, tidak, tidak, tidak, maksud saya-"
"Uriel-ssi."
"Ya!! Baik tuan Taewon!!"
"Bagus. Sekarang lakukan tugasmu."
Yoojin hanya tertawa kikuk melihat kelakukan Uriel seperti ini. Seharusnya rencana Yoojin meminta bantuan Dokja untuk menemani Uriel tetap ia jalankan saja. Mungkin bisa membuat Uriel sedikit tenang dengan kehadiran Dokja bersamanya.
"Ka-kalau begitu saya mulai-"
"Uriel-ssi." sela Taewon.
"Y-ya?!"
"Kertas yang kau pegang itu laporan milik siswa lain, bukan milik Yoojin."
"Eh?"
Uriel memutar balik kertas yang ia pegang. Menyadari bahwasanya itu benar, dengan tergesa-gesa ia mencari laporan milik Yoojin yang ternyata ada di bagian paling bawah dari beberapa tumpukan laporan murid yang ada.
"Sudah ketemu?"
"Y-ya!!"
"Bagus. Kita mulai."
Uriel mengangguk dengan cepat. "Baiklah, untuk Han Yoojin sendiri..."
Penyampaian Uriel tentang perkembangan Yoojin di akademi tak jauh berbeda dengan yang ia sampaikan pada orang tua Dokja sebelumnya.
Mulai dari sikap, keterampilan, nilai, semua hal yang berhubungan dengan akademi secara perlahan Uriel sampaikan. Walau masih terbata-bata karena Uriel yang masih enggan menatap wajah menakutkan Taewon.
"Yoojin salah satu murid teladan. Jadi anda tidak perlu mengkhawatirkan bagaimana Yoojin-ah di akademi." ujar Uriel sebagai penutup pelaporannya.
Taewon terdiam. Membuat Uriel kembali menegang.
"A-apa ada yang salah?" tanya Uriel memberanikan diri
"Taewon-ssi?" panggil Yoojin, "Ada apa? Apa ada sesuatu yang mengganggumu?"
Taewon menatap lekat pemuda mungil di sebelahnya itu. Ada sesuatu yang ingin dia katakan, namun Taewon kembali merapatkan mulutnya seolah tak ada kalimat apapun yang akan ia keluarkan.
Lalu perlahan pandangannya beralih pada Uriel.
"Kudengar... anak yang bernama Rooksoo itu juga sekelas dengan Yoojin dan yang lain. Apa benar begitu, Uriel-ssi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Anak Waras
FanfictionBagaimana jadinya jika ketiga tokoh utama beserta teman²nya di masing-masing cerita mereka berkumpul? Kim dokja, pemuda yang hobinya membuat orang lain khawatir dengan aksi dan ide nekatnya Han Yoojin, pemuda yang mungkin memiliki hobi yang sama den...
