Anggota Baru ? (3)

262 36 5
                                        

Hening. Cukup lama keheningan menguasai ruangan tersebut, tak sedikitpun suara terdengar, sampai saat tongkat baseball terjatuh dari genggaman Choi Han disusul pukulan meja dari Yoohyun, tentu saja meja yang berada didepan Dokja dan kawan-kawan.

"Keputusan macam apa itu? Mana mungkin aku membiarkan orang berbahaya sepertinya berada didekat hyung ku?" ucapnya dengan raut menakutkan, "Sudah pasti aku-tidak, sudah pasti kami semua menolak."

"Setuju. Kami tidak mungkin membiarkan si ceroboh dan bodoh ini berada dekat dengannya? Tentu saja dari pihak kami juga menolak." Sooyoung dengan tegas menolak mewakili kelompoknya.

"Alberu-ssi!! Katakan sesuatu?!" Desak Choi Han yang berharap kalau Alberu bisa mengubah keputusan Cale, namun yang ia dapat hanya gelengan kepala seolah Alberu juga tak mengetahui apapun soal ini.

Cale hanya diam, memperhatikan setiap reaksi dan tanggapan teman-temannya. Dari penilaian Cale, anak-anak kelas satu nampak bingung, namun disaat bersamaan melempar tatapan kebencian dan rasa tidak nyaman terhadap Rooksoo.

Anak kelas dua... nampaknya serupa, tak jauh berbeda dengan anak kelas satu. Hanya saja mereka seperti sudah bersiap mengeluarkan kata kasar, kepalan tangan yang siap memukul, dan lebih parahnya mungkin mau menyeret Rooksoo keluar dari ruangan ini segera.

"Apa salahnya menerima Rooksoo? Dia bukan orang jahat, kan?" ucap Yoojin yang keluar dari benteng pertahanan Yoohyun dan Hyunjae.

"Hyung!"

"Sayang!"

"Kalian tetaplah disitu." Satu kalimat dan keduanya bergeming, "Rooksoo, selamat bergabung." Ucapnya dengan tulus saat menghampiri pemuda tersebut.

"Selamat Rooksoo! Sekarang kita bisa lebih sering bertemu. Oh, aku juga bisa lebih banyak mendengar ceritamu saat berada di Amerika bersama Jonghyuk dan yang lain!!" Riang Dokja yang entah sejak kapan sudah berdiri di hadapan Rooksoo, tentu saja membuat seekor Jonghyuk hampir mengamuk namun dengan cepat ditahan oleh Sangah dan Hyunsung.

Kalau untuk Dokja dan Yoojin sendiri... Cale tidak perlu mengkhawatirkannya, karena mereka berdua sudah pasti menerima keputusan Cale walau tak memahami alasan kenapa kelompok mereka menolak kehadiran Rooksoo.

"Terimakasih kalian berdua. Berbeda dengan kalian, sepertinya aku ditolak habis-habisan disini."

"Apa maksudmu?" Bingung keduanya

"Tidak. Tidak apa-apa. Tolong awasi dan jaga aku, ya? Disini agak menakutkan. Aku bisa saja ditemukan terbunuh di tempat yang asing... dan kalian tidak akan bisa bertemu denganku lagi..."

Mendengar hal itu, wajah Yoojin dan Dokja nampak memucat, panik dengan Rooksoo yang dengan akting luar biasanya berhasil menipu mereka.

"Te-tenang saja! Kami akan melindungimu!!"

"Be-benar! Kami akan menjagamu!"

"Tidak!! Justru kalian yang harusnya dijaga dan dilindungi!!" Pikir semua orang.

"Terimakasih, karena aku masih baru... Aku tidak bisa melakukan apapun tanpa bantuan kalian, dan tolong awasi aku."

"Tentu saja!!"

Pura-pura lemah didepan Dokja dan Yoojin tentu saja mematik api peperangan dalam ruangan tersebut. Entah karena iseng atau memang itulah niat Rooksoo menampilkan akting yang luar biasa, namun berkat itu, ia mungkin akan semakin menerima kebencian dari manusia-manusia disekitarnya ini.

"Bisa berikan kami alasan yang jelas kenapa kami harus menerimanya bergabung?" Seolhwa dengan tenang meminta penjelasan Cale di tengah ketegangan yang mulai terasa.

Kumpulan Anak WarasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang