36. Ayo Terbuka

221 4 3
                                        

Halooo i'm back. Baru up sekarang. Selain karna kesibukan skripsi+wisuda. Ada masalah sama wattpad aku. Semua draft aku hilang semua. Mulai dari draft di cerita mas Naga ini, juga draft cerita-cerita aku yang lain. Ini aja sampai ngulang. Stres aku mikirnya huhu. Aku juga gak tau kenapa bisa gitu. Setiap aku masuk wattpad di suruh masuk kembali gitu. Mau logoutin akun ini, takutnya gak bisa masuk lagi soalnya lupa sandinya. Saran dunggg huhu

🪼🪼🪼

Sudah sejaman kepergian Naga. Sampai sekarang belum kembali ke ruangan Biru. Bahkan Biru yang sebelumnya tertidur, sudah kembali terbangun.

"Loh kebangun sayang?"

"Iyaa Bun. Kak Bintang udah balik yah Bun?" Tanya Biru.

Cantikan kemudian menggelengkan kepalanya. Ia pun melangkah mendekati anak perempuan satu-satunya itu.

"Enggak. Tapi, tadi Naga telpon bunda ada yang di urus bentar katanya gitu." Jelas Cantika.

"Urus apa Bun?" Tanya Biru. Cantika pun menggelengkan kepalanya tanda tak tahu.

"Bunda juga gak tau sayang. Tapi dia bilang bakalan balik kesini."

Mendengar jawaban dari Cantika, sontak saja Biru mengambil ponselnya yang di atas meja. Sudah kurang lebih seminggu ia mengabaikan ponselnya. Entah berapa banyak notif yang masuk.

Namun, saat ini Biru hanya ingin melihat pukul berapa sekarang.

"Loh Bun, ini udah mau jam 10 malam. Kenapa gak bilang ke kak Bintang balik aja, gak usah ke sini.

"Hufftt, bunda sama ayah juga udah bilang sayang. Tapi, Naganya gak mau. Dia maksa mau kesini." Ata yang berada di sofa pun menyahut.

"Aduh, gim-"

Belum sempat Biru menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba pintu ruangan Biru terbuka menampilkan Naga yang tersenyum tipis ke arah Biru, Cantika dan Ata.

"Maaf Yah, Bun Naga lama. Tadi ada urusan bentar."

"Gak apa-apa kok sayang. Sini, mau makan apel gak?" Tanya Cantika.

"Gak usah Bun." Ucap Naga sambil berjalan ke arah Biru.

Ia pun menatap Biru dalam, kemudian mengelus dengan pelan kepala Biru.

"Kak Bintang kenapa gak balik aja sih? Ini udah jam berapa! Bahaya tau kalo baliknya tengah malam!"

"Yang bilang mau balik juga siapa? Udah bocil diam aja."

"Aku bukan bocil ish!" Bantah Biru dengan keras.

"Kamu bukan bocil lagi kalo tinggi kamu udah sama kayak aku." Sahut Naga membuat Biru mencebik kesal.

"Yah mana bisa gitu! Sampai 100 tahun juga gak bakalan bisa ih!" Sentai Biru kesal.

Sontak saja hal tersebut membuat Ata dan Cantika tertawa. Ata kemudian berjalan ke Biru kemudian mengelus pelan kepala Biru.

"Udah jangan marah. Anak ayah udah gede kok, bukan bocah lagi." Ucap Ata berusaha menenangkan Biru. Biru dengan manja memeluk erat Ata, sambil tersenyum manis ke cinta pertamanya itu.

Naga yang melihat itu tersenyum tipis. Setidaknya ia tahu keadaan Biru sekarang.

Walaupun sebenarnya tidak sesuai dengan harapannya. Namun yang terpenting ia sudah melihat Biru tepat di depan matanya.

"Ayah sama Bunda balik aja istirahat. Biar Naga yang jaga Biru."

"Ayah, bunda tenang aja. Percaya sama Naga. Naga gak bakalan ngapa-ngapain Biru. Papa juga udah ngirim 2 orang buat jaga Naga dan Biru, orangnya udah ada di depan Yah."

NAGA CRUELTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang