Sequel dari Luna's Journey. Diwajibkan membaca buku pertama untuk mengerti dan paham alur cerita.
The Dark Fantasy Story
The Kingdom Series
(Book 2 : The Werewolf Kingdom)
《●●●●●》
Setelah menerima fakta bahwa soulmate yang ditunggunya tidak kunjung...
Ayo semua merapat! Siapa yang udah nunggu chapter ini? mana suaranya?
Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love,
DyahUtamixx
Jangan lupa berikan tip sebagai bentuk apresiasi kalian pada Luna Beasty dan supaya aku dapat terus bersemangat. Kalian bisa berikan tip lewat trakteer (@ dyah-utami2) atau lewat Karyakarsaku (@ DyahUtami25)😄😄
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi itu, langit New York yang biasanya terlihat cerah kini menjadi mendung. Matahari tertutup awan dan angin berhembus cukup kuat, menandakan hujan sebentar lagi akan turun. Luna, yang tengah tertidur di dalam kamar tidur apartemennya perlahan membuka kedua mata dan mulai terbangun. Tubuhnya yang terbalut piyama serta selimut sedikit menggigil karena alat penyejuk ruangan yang suhunya diatur cukup rendah hingga membuat kulitnya terasa dingin. Dia mengerjapkan mata sebelum mengubah posisi sambil merapatkan selimut untuk menghangatkan tubuh. Kemudian saat terasa kembali hangat dan nyaman, dia kembali memejamkan mata.
Perlahan suara rintik-rintik hujan mulai terdengar. Air yang jatuh dari langit untuk membasahi bumi, kini mengetuk kaca jendelanya yang tertutup tirai berwarna cream tebal. Suara tersebut membuat tidur Luna sedikit terusik, hingga pada akhirnya rasa kantuk serta kenyamanan yang dirasakannya perlahan menghilang. Kedua matanya yang terpejam, kembali terbuka dan menatap ruangan yang gelap gulita dengan tatapan sayu. Dia menguap seraya bangun lalu merenggangkan tubuh. Manik cokelat gelapnya yang tidak fokus, menatap jam digital dengan malas.
07.00 A.M.
"Aku kesiangan," gumamnya pelan kepada diri sendiri. Luna menghela keras dan kembali menguap sebelum menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya, kemudian dengan hati-hati dia beranjak turun dari kasur dan berjalan ke arah jendela untuk membuka tirai agar cahaya dapat masuk ke dalam ruangannya yang gelap gulita, walaupun hal tersebut sedikit percuma karena cuaca yang mendung dan hujan rintik. Matanya terasa begitu berat disertai rasa pegal dan letih pada tubuhnya, meskipun begitu Luna memakasakan diri untuk pergi ke kamar mandi dan memulai rutinitas paginya yang sedikit terlmbat dari biasa. Dia berjalan melewati set sofa kamar tidurnya menuju pintu kamar mandi, saat menyadari sepucuk mawar terletak di atas sofa.
Seketika langkah kakinya terhenti dan matanya yang masih sedikit mengantuk, mengerjap dengan bingung. Melihat sepucuk mawar membuatnya mengurungkan niat untuk ke kamar mandi dan lebih memilih menghampiri bunga tersebut. Tangannya terulur meraih bunga yang ada di atas sofa, memperhatikan kelopaknya yang berwarna merah indah dan kemudian menghirup aroma yang menguar. Dia memiringkan kepala bingung, bertanya-tanya siapa yang meletakkan mawar diatas sofa.