Sequel dari Luna's Journey. Diwajibkan membaca buku pertama untuk mengerti dan paham alur cerita.
The Dark Fantasy Story
The Kingdom Series
(Book 2 : The Werewolf Kingdom)
《●●●●●》
Setelah menerima fakta bahwa soulmate yang ditunggunya tidak kunjung...
Ayo semua merapat! Siapa yang udah nunggu chapter ini? mana suaranya?
Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love,
DyahUtamixx
Jangan lupa berikan tip sebagai bentuk apresiasi kalian pada Luna Beasty dan supaya aku dapat terus bersemangat^^
Kalian bisa berikan tip lewat trakteer (@ dyah-utami2) atau lewat Karyakarsaku (@ DyahUtami25)😄😄
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sensasi yang begitu asing namun terasa familiar merasuki dan memenuhi tubuh Luna ketika dirinya masuk ke dalam cermin portal. Matanya terpejam begitu erat bersamaan jantung berdegup cepat, dan meskipun begitu cahaya terang berasal dari kekuatan cermin portal mampu menembus kedua kelopak mata yang berrfungsi sebagai pelindung. Tidak hanya itu saja, angin terasa menerpa kuat tubuh Luna. Semua sensasi itu datang bersamaan menghampiri sebelum kemudian hilang sepenuhnya seolah baik itu angin maupun cahaya itu tidak pernah ada.
Perlahan kelopak mata Luna kembali terbuka, mendapati dirinya sudah berada di ruangan rahasia yang ada di dalam kamar tidur Grand Duke dan Duchess Veniam dalam keadaan terduduk linglung. Perlahan Luna menarik napas seraya berbalik ke belakang dimana cermin portal berada. Luna menggeser tubuh mendekati cermin, memperhatikan cahaya cermin portal yang semula begitu terang benderang, mulai berangsung redup sebelum akhirnya hilang. Di detik sebelumnya dia masih berada di ruang tamu Jackson Bardi, lalu di detik berikutnya dia di dalam ruangan kosong yang ada di Grand Duchy.
Kening Luna mengerut samar, tersadar akan suatu hal janggal. Kenapa cermin portal sisi ini tidak memancarkan cahaya besar dan menimbulkan reaksi? Sedangkan sisi lain cermin menunjukkan reaksi asing dan memancarkan cahaya terang? Luna memiringkan kepala seraya memperhatikan cermin dengan seribu satu pertanyaan berputar di kepala. Namun tidak ada satupun pertanyaan tersebut memiliki jawaban yang memuaskan hati. Well, jika semua pertanyaan yang terlintas di kepalanya saat ini memiliki jawaban, maka dirinya tidak perlu datang ke Khthon tanpa persiapan batin seperti sekarang.
Dia menghela keras. Benar. jawaban dari teka teki tersebut yang menjadi tujuannya kembali ke Khthon.
Kembali.
Dia kembali ke Khthon.
Tiba-tiba tubuh Luna tertegun saat kenyataan menyambarnya bagaikan petir. Kenyataan yang beberapa menit lalu tidak disadari, kini datang menyiramnya bagaikan air yang begitu dingin hingga menusuk tulang. Luna meneguk saliva untuk membasahi tenggorokan karena terasa kering seraya berbalik. Seketika manik cokelat langsunng tertuju pada satu-satunya akses keluar dari ruangan kosong dimana cermin disembunyikan—pintu berbahan kayu dengan lubang kecil seukuran wajah. Terakhir kali dia menatap pintu itu, ketika Alkrevas dalam wujud Lycan masuk untuk membantu Philip melawan Tuan Zyne.