BAB 39 - PERJAMUAN PESTA VENIAM

987 93 34
                                        


UPDATE!!!

Ayo semua merapat! Siapa yang udah nunggu chapter ini? mana suaranya?

Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁

Vote comment share

Follow recommend

Love,

DyahUtamixx

Jangan lupa berikan tip sebagai bentuk apresiasi kalian pada Luna Beasty dan supaya aku dapat terus bersemangat^^

Kalian bisa berikan tip lewat trakteer (@ dyah-utami2) atau lewat Karyakarsaku (@ DyahUtami25)😄😄

Note : Chapter ini belum di revisi, maaf jika ada kesalahan dan tidak sesuai

Bagi yang membaca Full Mature Version bab 38, sudah tersedia di lapak Karyakarsaku ya semua, kalian bisa merapat kesana, atau kalian bisa klik link yang ada di message boardku 😊😊

Keesokan paginya saat sarapan berlangsung, Luna yang dipaksa bangun oleh sang soulmate menatap piring sarapan dengan tatapan menerawang, menyebabkan makanan yang ada di atas piring tidak tersentuh serta berantakan akibat tangan yang memainkan send...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Keesokan paginya saat sarapan berlangsung, Luna yang dipaksa bangun oleh sang soulmate menatap piring sarapan dengan tatapan menerawang, menyebabkan makanan yang ada di atas piring tidak tersentuh serta berantakan akibat tangan yang memainkan sendok asal. Tubuh memang masih terasa lelah setelah aktivitas percintaan semalam, tetapi hati dan jiwa Luna terasa lebih tenang serta damai dari sebelumnya, namun bukan itu yang membuat dirinya tidak fokus, melainkan karena pembicaraan dirinya serta Alkrevas mengenai cermin portal. Memikirkan semua itu kembali lebih serius membuat fokusnya teralih, dan Alkrevas yang sebelumnya sibuk berdiskusi dengan Beta Zennon melalui midlink, harus mengakhiri percakapan tersebut secara sepihak.

Tubuh Alkrevas seketika menegang dengan mata menghunus tajam ke arah Luna, lalu dengan satu tangan terulur meraih tangan milik Luna, menarik kembali kesadaran wanita itu dari lamunan seraya mengambil alih sendok, menyendokkan sarapan yang ada di piring dan menyuapi Luna yang mengerang protes. "Makan," titahnya tajam tanpa memberikan Luna kesempatan untuk membantah. "Kau harus banyak mengkonsumsi asupan nutrisi agar tenaga dan kondisimu lebih baik, apalagi setelah aktivitas kita semalam."

Bibir Luna menipis, melihat sendok berisi makanan yang disodorkan Alkrevas lalu dengan enggan membuka mulut lalu menerima suapan tersebut, memakan makanan dalam satu suap. Satu tangannya terangkat menyelipkan anak rambut yang mengganggu ke balik telinga sembari menjauh. Mulutnya bergerak mengunyah, tapi matanya kini sedang menatap Alkrevas dengan tatapan yang membuat pria tu menaikkan satu alis mata sempurna. Alkrevas dengan tenang kembali mengumpulkan makanan ke atas sendok untuk disuapkan ke dalam mulut Luna. Sikap yang Alkrevas tunjukkan tentu saja hal tersebut membuat Luna jengkel. Dia menghela keras dan sesaat setelah menelan makanan, memutuskan untuk membuka mulut seraya bertanya, "Kau tidak bertanya?"

"Untuk apa bertanya jika semua pikiranmu membanjiriku?" Alkrevas merespon dengan santai. Bibir Luna menipis. "Ini alasanku tidak ingin melibatkanmu, kau akan banyak berpikir dan itu dapat mempengaruhi kondisimu."

Luna's BeastyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang