Sequel dari Luna's Journey. Diwajibkan membaca buku pertama untuk mengerti dan paham alur cerita.
The Dark Fantasy Story
The Kingdom Series
(Book 2 : The Werewolf Kingdom)
《●●●●●》
Setelah menerima fakta bahwa soulmate yang ditunggunya tidak kunjung...
Ayo semua merapat! Siapa yang udah nunggu chapter ini? mana suaranya?
Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love,
DyahUtamixx
Jangan lupa berikan tip sebagai bentuk apresiasi kalian pada Luna Beasty dan supaya aku dapat terus bersemangat^^
Kalian bisa berikan tip lewat trakteer (@ dyah-utami2) atau lewat Karyakarsaku (@ DyahUtami25)😄😄
Note : Chapter ini belum di revisi, maaf jika ada kesalahan dan tidak sesuai
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Luna menarik napas panjang demi menetralkan emosi serta degup jantung yang berdebar keras. Semua itu dia lakukan demi menutupi kegugupan yang mendera dikala semua mata dari para tamu pesta tertuju kepada dirinya. Tidak hanya tatapan terkejut, tapi juga tatapan menilai dan skeptis terlihat mengisi mata para tamu yang hadir, karena bagaimanapun juga kehadirannya serta title yang sekarang melekat di namanya seolah sengaja dibentuk agar posisinya sebagai soulmate dan calon permaisuri kekaisaran tidak dapat diusik maupun digoyahkan, terlebih setelah kejadian berkaitan dengan dark witch hingga menciptakan rumor buruk yang merusak reputasinya.
Meskipun pada kenyataan, jati diri serta identitas tersebut bukanlah sebuah kesengajaan, melainkan takdir.
Luna meneguk saliva dan mencoba menenangkan diri, memaksakan senyum terus tersungging di bibir. Meskipun Alkrevas berada di sisinya, merangkul pinggangnya seolah mengatakan bahwa pria itu akan selalu di sisinya menjadi penopang sekaligus pelindung.
Tentu saja itu cukup menenangkan, tapi tidak sepenuhnya. Tangan Luna yang mengepal meremas semakin kuat sebelum perlahan mengendur, menunjukkan bahwa emosi yang bergejolak di dalam dirinya mulai kembali terkendali.
Dia mengangkat kepala, memperhatikan Alkrevas yang menunjukkan ekspresi dingin nan datar. Di dalam hati membenarkan ucapan Phillip mengenai peran Alkrevas sebagai pengawal pribadinya dibandingkan sebagai Sang Kaisar, karena terlihat jelas dari kilatan di manik kelam pria itu yang akan menyerang tanpa pandang bulu jika salah satu Bangsawan menyakiti dirinya. Menyadari hal tersebut, mau tidak mau senyum di wajah Luna melebar dan dia tertawa pelan, menarik perhatian Alkrevas yang seperti anjing penjaga pada tuannya.
Tangan pria itu yang melingkari pinggang Luna menguat, menunjukkan keposesifan serta sikap protektif yang jelas, seraya mengusap perut Luna lembut. Gaun yang dirinya kenakan memang diperuntukkan untuk wanita hamil. Dirancang khusus untuk dirinya agar menampilkan kesan anggun, nyaman, juga mampu memancarkan aura elegan seorang Princess of Veniam, dan karena memiliki desain berbeda dari gaun wanita pada umumnya, membuat dirinya benar-benar menjadi pusat perhatian. Gaun yang dirinya kenakan juga didesain untuk menunjukkan perut yang mulai membesar, tanda bahwa di dalam rahimnya tengah tumbuh sang penerus tahta.