BAB 32 - KESEMBUHAN KAISAR

1.4K 146 33
                                        

UPDATE!!!

Ayo semua merapat! Siapa yang udah nunggu chapter ini? mana suaranya?

Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁

Vote comment share

Follow recommend

Love,

DyahUtamixx

Jangan lupa berikan tip sebagai bentuk apresiasi kalian pada Luna Beasty dan supaya aku dapat terus bersemangat^^

Kalian bisa berikan tip lewat trakteer (@ dyah-utami2) atau lewat Karyakarsaku (@ DyahUtami25)😄😄

Note : Chapter ini belum di revisi, maaf jika ada kesalahan dan tidak sesuai

Mendengar kalimat singkat tersebut dari Oracle Nadra, Luna kembali merasakan perasaan gugup, namun tidak seperti ketika pertama kali tiba di rumah Oracle Nadra, kegugupan yang dia rasakan sungguh berbeda

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mendengar kalimat singkat tersebut dari Oracle Nadra, Luna kembali merasakan perasaan gugup, namun tidak seperti ketika pertama kali tiba di rumah Oracle Nadra, kegugupan yang dia rasakan sungguh berbeda. Jantungnya berdetak dengan begitu cepat dan keringat dingin mulai bercucuran hingga dia bisa merasakan punggungnya basah. Dia begitu khawatir dan takut mengenai 'upacara sumpah' yang memiliki kemungkinan cukup kecil untuk bertemu dengan Sang Dewi. Namun Luna tidak mau patah semangat dan pesimis, dia harus percaya dengan takdir dan berusaha berpikir positif demi kesembuhan Alkrevas.

Saat ini pria itu hanya bergantung pada dirinya dan jika dia menyerah sedikit saja, tidak hanya dirinya yang kehilangan sosok Alkrevas, tapi juga bayinya dan seluruh kekaisaran. Luna menarik napas, mengumpulkan keberanian hingga hatinya terasa lebih ringan dan pundaknya tidak lagi berat. Langkah kakinya pun tidak lagi terlihat ragu ketika mendekati meja batu. Dia berdiri di sisi Oracle Nadra yang sudah menunggu dirinya dan sudah terlebih dahulu bersiap untuk melalukan upacara kecil mereka.

Sekilas dia menoleh ke belakang, lebih tepatnya area diluar reruntuhan dimana Gamma Thymos kini berdiri menunggu dirinya sambil mengawasi sekitar, kemudian Luna mendongakkan kepala, menatap langit malam yang begitu indah karena dihiasi oleh bulan yang cahayanya menerangi langit malam ditemani taburan bintang. Dengan tarikan napas panjang, dia mengeluarkan belati pemberian Alkrevas dari selipan sepatu boots yang dikenakan. Tanpa ragu Luna memotong segenggam rambut panjangnya hingga rambut indahnya memiliki potongan yang tidak simetris serta berantakan, kemudian Luna menggores telapak tangan, meneteskan darah ke dalam wadah kecil yang disiapkan oleh Oracle Nadra. Setelah itu, Luna juga mengeluarkan koin emas khusus karena memiliki royal seal-pemberian Philip sebelum berangkat ke pervatasan,

Setelah semua persembahan telah siap, Oracle Nadra menjelaskan tata cara sumpah dan kalimat sumpah yang harus dikatakan. Butuh beberapa menit bagi Luna dalam mempersiapkan diri, dan ketika akhirnya semua telah siap, Oracle Nadra memulai upacara. Dia melihat Sang Oracle menggambar lingkaran disekitar altar meja batu menggunakan sebuah bubuk berwarna putih yang wanita itu katakan adalah garam laut, dengan tujuan untuk menghalau hal jahat, karena sekecil apapun hal jahat yang hadir, dapat mengganggu prosesi dan membuat sumpah yang sakral menjadi goyah dan gagal, kemudian Oracle Nadra meletakkan kalung berbandul bulan sabit yang bertatahkan batu berkilauan perak di atas meja batu, dan saat semua selesai, Sang Oracle menautkan kedua tangan seraya memejamkan mata dan berkata, "Wahai Dewi Selene yang Agung, penguasa bulan nan suci yang menerangi kegelapan malam, Dengarlah panggilan anak-mu ini. Terimalah sumpah jiwa yang lemah ini. Lindungilah dia dengan segala cara, Menggenggamnya dengan tangan engkau yang penuh kesucian."

Luna's BeastyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang