Sequel dari Luna's Journey. Diwajibkan membaca buku pertama untuk mengerti dan paham alur cerita.
The Dark Fantasy Story
The Kingdom Series
(Book 2 : The Werewolf Kingdom)
《●●●●●》
Setelah menerima fakta bahwa soulmate yang ditunggunya tidak kunjung...
Ayo semua merapat! Siapa yang udah nunggu chapter ini? mana suaranya?
Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love,
DyahUtamixx
Jangan lupa berikan tip sebagai bentuk apresiasi kalian pada Luna Beasty dan supaya aku dapat terus bersemangat^^
Kalian bisa berikan tip lewat trakteer (@ dyah-utami2) atau lewat Karyakarsaku (@ DyahUtami25)😄😄
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Oh ya! Aku baru saja ingat. ada pembicaraan yang harus kita bicarakan berdua, Yang Mulia Kaisar."Senyum palsu dan tatapan tajam yang Luna berikan, usaha wanita tersebut untuk terlihat sangar serta wajah penuh amarah, justru sangat menggemaskan di mata Alkrevas. Manik cokelat gelap itu begitu mengagumkan dengan kobaran api di dalamnya, belum lagi wajah yang memerah. Alkrevas tidak mampu mengedipkan mata.
Untuk kesekian kalinya dia kembali terpesona oleh sosok soulmatenya yang begitu cantik dan sempurna. Dia menelan saliva, sedangkan kedua tangan saling mengatup serta terbuka berulang kali sebagai tanda bahwa dirinya tengah menahan diri untuk tidak menarik soulmatenya dan mencium bibir merah ranum yang sedang mengerucut itu. Napasnya pun mulai terasa berat, membayangkan bagaimana dia membuai wanita itu, menenangkan gejolak amarah yang sedang mengisi wanita bertubuh mungil tersebut dengan sentuhannya yang menjadi favorit dari wanita itu.
Tanpa bisa dicegah dia mengeluarkan suara dengkuran yang cukup keras sehingga Luna semakin merajuk karena mendengar suara tersebut. Dan tidak hanya itu saja, Di dalam pikiran Alkrevas saat ini, Tayron sedang menjulurkan lidah dan menatap sang soulmate dengan tatapan penuh kagum juga mendamba. Untuk kali ini aku setuju mortal, Mate terlihat sangat cantik dan menggemaskan, ujar jiwa serigalanya smabil menyeringai lebar dan mendengus kecil. Ekor tebal makhluk licik itu bergerak ke kanan dan kiri dengan tempo cepat. Dia mengabaikan ucapan Tayron dan berdehem pelan. "Apa yang perlu dibicarakan, mi alma?" suara bariton Alkrevas terdengar lebih berat serta dalam saat mengucapkan kalimat tersebut.
"Jangan. Jangan berikan tatapan itu padaku, dan usahamu itu untuk menggodaku, Tidak akan berhasil." Sudut mata Luna berkedut kesal. kedua tangannya saling terlipat diatas dada, membuat kedua buah dadanya semakin terlihat jelas. Seketika manik cokelat Alkrevas mengarah ke pemandangan tersebut dengan tatapan lapar. Luna menggelengkan kepala. Predator yang ada di hadapannya saat ini, lebih terlihat seperti anjing yang sedang birahi. Padahal beberapa waktu lalu emosi yang terasa melalui matebond, menunjukkan betapa murkanya Alkrevas dan jika bukan karena kehadirannya disini, mungkin kaisar psikopat itu sudah mengamuk dan membantai satu istana. Lalu lihatlah sekarang? Dia bsia membayangkan jika pria itu dalam wujud lycan-nya.