Sequel dari Luna's Journey. Diwajibkan membaca buku pertama untuk mengerti dan paham alur cerita.
The Dark Fantasy Story
The Kingdom Series
(Book 2 : The Werewolf Kingdom)
《●●●●●》
Setelah menerima fakta bahwa soulmate yang ditunggunya tidak kunjung...
Ayo semua merapat! Siapa yang udah nunggu chapter ini? mana suaranya?
Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love,
DyahUtamixx
Jangan lupa berikan tip sebagai bentuk apresiasi kalian pada Luna Beasty dan supaya aku dapat terus bersemangat^^
Kalian bisa berikan tip lewat trakteer (@ dyah-utami2) atau lewat Karyakarsaku (@ DyahUtami25)😄😄
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tidak seperti hari-hari sebelumnya, hari ini Luna memulai hari dengan perasaan yang penuh akan semangat dan senyuman cerah. Bahkan sejak dia membuka kedua mata, hatinya terasa begitu ringan, tidak seperti hari-hari sebelumnya. Luna juga telah berjanji kepada dirinya sendiri tidak akan lagi merasa murung, menjalani harinya semaksimal mungkin dengan perasaan positif sampai Alkrevas kembali. Bahkan cuaca hari ini yang terlihat mendung tidak bisa mengubah mood yang dirasakannya begitu saja.
Apa mungkin karena ini pertama kalinya sejak Alkrevas pergi, dia tidak bermimpi buruk? Atau karena kehadiran Lucy di London membuat Luna merasa lebih baik? Apapun itu, Luna tidak peduli. Itu sebabnya dia terus bersenandung pelan bahkan ketika dia melakukan rutinitas pagi, memberikan bukti mengenai suasana hatinya.
Luna berdiri di depan meja rias, menata rambutnya dengan begitu ahli menggunakan alat pencatok rambut, kemudian menyemprotkan parfum di beberapa tttik nadi. Lalu ketika selesai merias diri, Luna memperhatikan pantulan dirinya sendiri di cermin, memastikan penampilannya sempurna sebelum melangkah menghampiri kasur dimana ponselnya berada. Dia memeriksa notifikasi yang kebanyakan berasal dari sosial medianya. Setelah itu dia meraih smartwatch dari atas nakas dan menggunakan benda itu, kemudian berjalan keluar kamar berniat untuk sarapan serta mengajak Marinka berjalan-jalan atau berbelanja.
Suara sol sepatu flat yang bertemu dengan lantai granit mengiringi tiap langkahnya menuju ruang makan. Luna menuruni tangga dengan hati-hati, satu tangannya menggenggam pegangan tangga sedangkan yang lain menangkup perutnya protektif, namun sesampainya di anak tangga terakhir, langkah Luna terhenti melihat para staff mansion berkumpul di depan pintu ruang tamu yang tertutup rapat. Mereka terlihat berbisik-bisik serius sambil menatap pintu dengan penuh kekhawatiran, sedangkan dua staff senior pria terlihat mengetuk-ngetuk pintu ruang tamu secara berulang. Luna berjalan menghampiri dan bertanya pada salah satu staff terdekat, "apa ada masalah?"
Staff wanita yang ditanya oleh Luna langsunh menoleh dan mengangguk singkat. Terlihat kecemasan di wajah mudanya yang cantik. Luna melirik nametag yang tersemat di dada bagian kiri, membaca nama wanita tersebut di dalam hati—Adriana. "Ya nona Angela, semalam penjaga yang bertugas menjaga gerbang utama berkata bahwa dia telah melihat sesuatu yang aneh."