BAB 34 - DEBORAH

1.3K 138 33
                                        

UPDATE!!!

Ayo semua merapat! Siapa yang udah nunggu chapter ini? mana suaranya?

Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁

Vote comment share

Follow recommend

Love,

DyahUtamixx

Jangan lupa berikan tip sebagai bentuk apresiasi kalian pada Luna Beasty dan supaya aku dapat terus bersemangat^^

Kalian bisa berikan tip lewat trakteer (@ dyah-utami2) atau lewat Karyakarsaku (@ DyahUtami25)😄😄

Note : Chapter ini belum di revisi, maaf jika ada kesalahan dan tidak sesuai

Note : Chapter ini belum di revisi, maaf jika ada kesalahan dan tidak sesuai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Beberapa hari kemudian

Luna menghela keras, menopangkan dagu di satu tangannya yang mengepal dengan jemari memainkan cincin pemberian Alkrevas dengan tangan lain. Mata yang penuh kekhawatiran tengah mengarah pada lembaran buku dengan tatapan lesu. Pikiran mengenai Alkrevas memenuhi kepala hingga dia tidak lagi fokus pada satu tujuan yang ada di depan mata. Tidak mengherankan jika dia merasakan kekhawatiran sebesar ini, karena sejak kembali ke istana kekaisaran Vasilos beberapa hari lalu, Luna tidak sekalipun mendapat kabar dari Alkrevas.

Bahkan sepucuk surat balasan pun tak dia dapatkan walaupun berkali-kali dirinya mengirimkan surat. Luna tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh pria tersebut hingga memilih untuk pulang secara terpisah disaat pria itu sendiri belum sepenuhnya pulih dari efek darah dark witch, dan itu membuat Luna begitu khawatir.

Bagaimana jika Alkrevas mengalami sesuatu dalam perjalanan pulang sehingga kembali mengalami luka? Atau bagaimana jika Alkrevas berencana melakukan sesuatu yang akan membuat pria itu dalam situasi bahaya lagi? Gerakan jemari yang tengah memainkan cincin seketika terhenti ketika pertanyaan tersebut terlintas di benak kepala.

Sekilas manik cokelatnya memperhatikan batu permata yang berpendar lembut, menunjukkan bahwa di dalam cincin tersebut terdapat mana milik Alkrevas, sebuah bukti kalau pria itu akan selalu berada di sisinya. Luna menarik napas panjang sebelum memejamkan mata, mencoba untuk menenangkan diri. Perlahan tangannya terangkat, mengucapkan permohonan pada moon goddess agar Alkrevas selalu dilindungi seraya mengecup cincin yang melingkari jemari, kemudian kembali membuka kedua mata.

Alkrevas meminta dirinya untuk percaya kepada pria itu beberapa saat sebelum dirinya masuk ke dalam lingkar sihir teleportasi. Pria itu menenangkan dirinya dengan berkata akan segera kembali ke istana, dan pada mulanya, Luna berpikir positif, tapi setelah beberapa hari, dia mulai merasa tidak yakin serta khawatir. Meskipun dirinya terus yakin bahwa Alkrevas tidak akan melanggar janji, namun tetap saja hati kecilnya merasa tidak tenang, karena merasakan hidup tanpa Alkrevas, melihat pria itu di dalam ambang kematian, membuat Luna merasa bahwa pijakan kedua kakinya tidak lagi ada.

Luna's BeastyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang